Daftar Makam Tempat Ziarah dan Wisata Religi di Klaten

Daftar Makam Tempat Ziarah dan Wisata Religi di Klaten – Klaten memiliki banyak sekali tempat wisata. Salah satu wisata yang banyak sekali diminati adalah wisata religi atau wisata spiritual. Kabupaten Klaten memang memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata minat khusus berupa wisata ziarah. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut terdapat banyak makam dan tempat ritual lainnya yang banyak dikunjungi orang yang melakukan kegiatan ziarah, kegiatan religius, mencari asal usul garis keturunan dan kegiatan ritual lainnya. Potensi yang ada berupa makam tersebut tersebar di berbagai wilayah kecamatan/desa di Kabupaten Klaten dan sebagian telah berkembang sebagai objek wisata yang cukup dikenal oleh pasar/wisatawan.

Makam Ki Ageng Pandanaran di Bayat Klaten

Makam Ki Ageng Pandanaran di Bayat Klaten

Berikut ini daftar lengkap Makam tempat ziarah di Klaten :

  1. Makam Sunan Tembayat atau Ki Ageng Pandanaran

Alamat : Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Makam Ki Ageng Pandanaran yang merupakan tokoh dan ulama yang menyebarkan Agama Islam di Jawa. Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Bayat diyakini sebagai keturunan dari Raja Majapahit yang terakhir yaitu Prabu Brawijaya V. Komplek makam Ki Ageng Pandanaran banyak dikunjungi peziarah dari daerah sekitar Klaten maupun dari luar daerah. Pengunjung makam Sunan Bayat ini selalu ramai setiap hari, apalagi pada malam jumat pengunjung yang berziarah ke makam bisa meningkat 3x lipat dibanding hari biasa.

  1. Masjid Golo Sunan Pandanaran

Alamat : Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Masjid Golo adalah masjid yang dulunya terletak di puncak Gunung Jabalkat namun karena saat mengumandangkan adzan suaranya terdengar sampai ke kerajaan Demak Bintoro maka Raja Demak saat itu meminta Sunan Kalijaga untuk memindah masjid Golo agar tidak di puncak bukit. Akhirnya dengan izin Allah SWT mampu masjid Golo berhasil dipindahkan dari puncak menuju dataran yang lebih rendah. Masjid Golo yang sudah dipindah dari puncak ke bawah masih meninggalkan batu pondasi yang sampai sekarang masih ada di puncak gunung jabalkat.

3.Makam Pangeran Wuragil di Gunung Malang

Alamat : Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Makam Pangeran Wuragil di Gunung Malang berada tak jauh dari komplek makam Sunan Padang Aran. Pangeran Wuragil yang merupakan cucu Ki Ageng Pandanaran, dan saudara dari Ki Ageng Mireng Langse Kunang. Pangeran Wuragil mempunyai seorang guru yang bernama Syekh Kewel. Semasa hidupnya, Pangeran Wuragil mempunyai karomah atau kesaktian dapat memberikan keturunan bagi siapa yang didoakannya. Sunan Pakubuwono X pernah datang ke makam ini untuk melakukan tirakat dan bertawasul, setelah lama tidak diberi keturunan akhirnya atas izin Allah SWT Sinuwun Pakuboewono X berhasil mendapatkan keturunan.

4.Makam Ki Ageng Gribig

Alamat : Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten

Makam Ki Ageng Gribig mungkin sudah tak asing lagi bagi warga klaten terutama warga jatinom klaten,Ki Ageng Gribig yang memiliki nama lengkap Syech Maulana Maghribi, dan nama kecil Wasibakno adalah seorang tokoh penting dalam syiar agama Islam pada jaman Kerajaan Mataram Islam. Sebagian dari murid  adalah Sultan Agung dari Mataram. Setiap setahun sekali warga Jatinom klaten selalu menggelar tradisi nyebar apem yang mempunyai makna sebenarnya adalah saling memaafkan, apem dilambangkan sebagai afuwwun atau ampunan.

5.Makam Gusti Panembahan Agung

Alamat : Dukuh Kradenan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten

Makam Gusti Panembahan Agung yang juga bernama Pangeran Maulana Mas. Panembahan Agung melakukan syiar agama Islam setelah periode Wali Songo. Panembahan Agung dipercayai sebagai kemenakan dari Sunan Pandanaran dan merupakan keturunan Bethoro Katong dari Ponorogo. Makam ini banyak dikunjungi ziarah khususnya pada malam Jumat Kliwon.

6.Komplek Makam Panembahan Romo, Pangeran Riyomenggolo dan Pangeran Bimo

Alamat : Desa  Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten

Makam Panembahan Romo (cicit/buyut dari Panembahan Agung/Panembahan Ageng Kajoran) yang dijuluki sebagai Pangeran Kajoran. Pangeran Kajoran merupakan keturunan dari Panembahan Agung yang memiliki silsilah dari Sunan Bayat yang disegani oleh raja dan bangsawan di Keraton Demak, Pajang, dan Mataram Islam.

Pangeran Kajoran adalah seorang muslim Kejawen yang terkenal memiliki kesaktian dalam ilmu kanuragan. “Aktivitas olah fisik dan batin beliau sangat menonjol. Beliau menjadi tempat bertanya dan dituakan di kalangan masyarakat. Masyarakat menjadikan beliau sebagai imam, karena itu masyarakat menyebutnya dengan Panembahan Romo,” Bupati pertama Klaten. di sini juga dimakamkan Pangeran Riyomenggolo (menantu Panembahan Romo) dan Pangeran Bimo (saudara Panembahan Romo).

7.Makam Syech Kewel (murid Sunan Bayat)

Alamat : Desa  Nengahan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Di makam Syech Kewel yang semula kepalanya berwujud ular yang selalu “kewal-kewel” atau “ngewel” yang memegang peranan penting dalam syiar Agama Islam di Daerah Bayat bersama dengan Syekh Domba.

8.Makam Syech Domba Gunung Cakaran (murid Sunan Bayat)

Alamat : Desa  Nengahan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Makam Syech Domba di Gunung Cakaran yang semula kepalanya berwujud domba yang memegang peranan penting dalam syiar Agama Islam di daerah Bayat. Syeh Domba yang meninggal pada hari Selasa Kliwon tanggal 21 bulan Ramadan, mempunyai hewan peliharaan burung merak. Oleh murid-muridnya burung merak itu disuruh menunjukkan dimana tuannya dapat dimakamkan. Akhirnya burung merak itu mencakar-cakar tanah di suatu wilayah. Lokasi itu akhirnya dikenal dengan nama Gunung Cakaran, tempat Syeh Domba dimakamkan saat ini.

  1. Makam R. Ng. Ronggowarsito

Alamat : Desa  Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Makam R. Ng. Ronggowarsito terletak di kabupaten klaten tak jauh dari keraton kasunanan Surakarta Hadiningrat, seorang Pujangga Besar dari Keraton Surakarta Hadiningrat yang hidup di jaman Pakubuwono X ini memiliki reputasi yang sangat baik. Makam R. Ng Ronggowarsito merupakan tempat ziarah yang sudah sangat terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah .

10.Makam Kyai Ageng Syarifuddin

Alamat : Desa Gading Santren, Kelurahan Belangwetan, Kecamaatan Klaten Utara, Klaten

Makam Kyai Ageng Syarifuddin yang belum banyak dikenal oleh masyarakat umum keadaannya kurang terawat, Kyai Ageng Syarifudin merupakan putera Amangkurat II dari Kartasura. Karena tidak betah (kerasan) tinggal di keraton, dia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan keraton dan menekuni kehidupan keagamaan bersama masyarakat biasa. Dia memiliki sahabat seorang jin yang bernama Jin Abdul Ghofar dari Mekah. Makam Kyai Ageng Syarifudin hanya dibuka setahun sekali, yakni pada tanggal 25 Ruwah untuk acara Nyadran (Sadranan).

  1. Makam Ki Ageng Perwito

Alamat : Desa  Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten

Letak Makam Ki Ageng Perwito terletak tak jauh dari Sendang Tretes, Ki Ageng Perwito adalah putera Syech Alim Akbar III yang bergelar Sultan Trenggono (Raja Demak Bintoro) yang merupakan senopati perang dari Kerajaan Pajang. Semasa hidupnya beliau mandi dan sesuci di Sendang Tretes yang terletak tidak jauh dari makamnya saat ini. Makam Ki Ageng Perwito banyak dikunjungi peziarah khususnya pada malam Jumat Wage. Di sepanjang jalan menuju makam Ki Ageng Perwito banyak penduduk sekitar yang menjajakan oleh-oleh khas yaitu “intip” sejenis makanan yang dibuat dari kerak nasi yang ditanak di kendil.

12.Astono Hargomulyo Gunung Wijil

Alamat : Desa Kupang, Kecaman Karangdowo, Kabupaten Klaten

Komplek makam kerabat Keraton Surakarta ini terletak di sebuah bukit atau warga sering menyebut dengan Gunung Wijil. Dalam kompleks makam terdapat Makam Syeh Joko yang merupakan cikal bakal adanya makam ini. Selain itu terdapat pula Makam Ki Ageng Lokojoyo dan makam R. Ayu Yudorono yang merupakan keturunan Sedah Merah yang selama hidupnya tidak mempunyai suami.

13.Makam Kyai Kaligawe

Alamat : Desa  Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten

Letaknya di pinggir jalan yang menghubungkan pedan-juwiring tepatnya setelah jembatan yang menjadi batas antara desa juwiran dengan desa pengkol, Makam Kyai Kaligawe yang juga dikenal dengan Ki Ageng Syeh Joko, yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah Kaligawe, Pengkol, Kupang dan sekitarnya, Ki Ageng Syeh Joko hidup di masa Ki Ageng Pandanaran dan bersahabat baik dengan Sunan Pandanaran.

14.Makam Kyai Brojo Anilo

Alamat : Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Makam Kyai Brojo Anilo terletak di dekat dengan batu megantoro, Kyai Brojo Anilo merupakan seorang abdi dalem Keraton Mataram pada jaman Amangkurat I yang berpangkat setingkat tumenggung yang dikenal sangat sakti serta memiliki kepandaian dalam ilmu filsafat. Konon pada suatu malam ketika sedang ber semedi, dia dan isterinya melihat benda yang jatuh dari langit (megantoro) yang berujud batu seperti kuda berpaling (Jaran Toleh). Akhirnya Kyai Brojo Anilo menamakan batu tersebut dengan sebutan batu megantoro.

15.Petilasan Batu Megantoro

Alamat : Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Letaknya di dekat makam Kyai Brojo Anilo, Megantoro yang berarti benda yang berasal dari langit. Batu megantoro memiliki bentuk mirip kuda berpaling (Jaran Toleh) yang jatuh dari langit dan ditemukan oleh Kyai Brojo Anilo dan istrinya ketika mereka sedang semedi. Batu tersebut pada saat ini terdapat di komplek makam Kyai Brojo Anilo tak jauh dari makam Kyai Brojo Anilo. Banyak orang yang datang untuk mencari berkah dari batu megantoro terutama pada hari malam jumat kliwon atau seloso kliwon.

  1. Makam Gedhong Gedhe atau Kyai Ageng Mad Sahar

Alamat : Desa Bawak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Letak Makam Kyai Ageng Muhammad Ashar dekat dengan pohon ketos yang terkenal sebagai istana tuyul, Kyai Ageng Muhammad Ashar merupakan Juru Mertani dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Penduduk sekitar sampai sekarang masih menjalankan  upacara tradisional “Memule” yang dilakukan setelah tanam padi untuk memohon agar hasil pertanian bisa melimpah dan mereka serta keluarganya dapat terhindar dari bencana. Para peziarah pada umumnya berkunjung ke makam Kyai Ageng Muhammad Ashar pada malam Jumat.

17.Makam Ki Nerangkusumo

Alamat : Dukuh Sumyang, Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Makam Ki Nerangkusumo terlihat kurang begitu terawat, Ki Nerangkusumo merupakan tokoh yang cukup dikenal namun latar belakang sejarahnya tidak diketahui secara pasti namun ada yang menyebutkan jika Ki Nerangkusumo masih ada garis keturunan dengan Ki Ageng Panembahan Romo di Kajoran. Makam tersebut banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah khususnya pada malam Jumat Kliwon. Setiap malam 1 Suro selalu diadakan “Tirakatan” dan sebelumnya diadakan pentas Larasmadyo dengan menanggap waranggono untuk memperingati haul Ki Nerangkusumo.

18.Makam Kyai Melati

Alamat : Dusun Sekalekan, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten

Ziarah ke makam Kyai Melati merupakan agenda rutin yang dilakukan tiap tahun ketika memeringati Hari Jadi Klaten, karena Kyai Melati adalah seorang tokoh yang diyakini sebagai pendiri Klaten atau cikal bakal berdirinya klaten. Lokasi makam berada di daerah pemukiman penduduk di pinggir sungai. Sebagian masyarakat meyakini bahwa Kyai Melati bertugas mempersembahkan bunga melati kepada raja.

19.Makam Kyai Ketib Banyu Meneng

Alamat : Desa Kauman, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

Makam Kyai Ketib Banyu Meneng banyak dikunjungi para peziarah pada malam jumat, sejarah Kyai Kethib Banyu Meneng adalah saudara dari Pangeran Sukowati dan merupakan menantu dari Kyai Ageng Muhammad Ashar di Gedhong Gede, Kyai Kethib Banyu Meneng juga adalah salah satu santri/murid dari Kanjeng Sunan Kalijogo, selain itu Kyai Kethib Banyu Meneng juga diangkat sebagai penasehat agama / spiritual oleh raja keraton surakarta dan beliau di berikan tugas untuk mengelola masjid agung kauman surakarta sekaligus sebagai imam besar di masjid agung kauman. Sejarah singkat nama kethib adalah berasal dari khotib, beliau adalah khotib atau pengisi dakwah di masjid sedangkan banyu meneng karena Kyai Kethib berhasil menghentikan laju air sungai opak di jogja sewaktu akan menyeberangi sungai opak ketika diutus keraton Kasunanan Surakarta menuju keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai juru damai / juru islah.

  1. Makam Eyang Mangkuyudo

Alamat : Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten

Makam Eyang Mangkuyudo yang merupakan tokoh pertama yang dimakamkan di tempat tersebut beserta Eyang Haryo Purbonegoro dan istri Den Ayu Perkis serta Kerabat Keraton Surakarta lainnya. Makam Kerabat Keraton Surakarta di desa segaran ini banyak dikunjungi para peziarah pada malam Jumat. Konon menurut cerita penduduk setempat para peziarah yang datang pada umumnya melakukan ritual/semedi yang berkaitan dengan pangkat dan jabatan.

  1. Makam Ki Ageng Jayeng Resmi

Alamat : Dukuh Jeto, Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Letak Makam Ki Ageng Jayeng Resmi terlihat kurang begitu terawat setelah terkena gempa yang mengguncang Jogja dan sekitarnya, beliau bukan priagung sembarangan, beliau merupakan GPH atau Gusti Pangeran Haryo yang masih memiliki garis keturunan dari raja Kerajaan Majapahit. Ki Ageng Jayeng Resmi meninggal pada usia yang relatif muda waktu berumur 27 tahun dan belum mempunyai seorang istri. Makam Ki Ageng Jayeng Resmi banyak dikunjungi peziarah pada tanggal 4 Bulan Sapar maupun malam Jum’at. Peziarah wanita tidak diperkenankan masuk ke wilayah makam, hanya diperbolehkan di luar saja.

  1. Makam Ki Mireng Langse atau Panembahan Menang Langse

Alamat : Dukuh Konang, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Makam Kyai Ageng Mireng Langse atau juga disebut Panembahan Menang Langse terletak di kecamatan Bayat. Tokoh ini dipercayai sebagai keturunan Prabu Brawijaya terakhir atau Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit dan merupakan cucu Kyai Ageng Pandanaran atau Sunan Bayat. Makam Kyai Ageng Mireng Langse tersebut banyak dikunjungi peziarah khususnya pada malam Jumat Kliwon, Jumat Legi dan malam Selasa Kliwon.

  1. Makam Ki Ageng Glego

Alamat : Dukuh Brijolo, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Makam Ki Ageng Glego yang merupakan prajurit dari Ki Ageng Jayeng Resmi yang dimakamkan di Desa Gaden. Selama hidupnya Ki Ageng Glego mempunyai peliharaan Kuda Kore(Jaran Kore), Kambing Gembel (Wedhus Gembel), Sapi Plongko (Sapi Plontheng), Ayam Walik (Pitik Walik) dan Burung Gemak (Manuk Gemak). Lima jenis hewan peliharaan ini sampai sekarang tidak diperbolehkan dipelihara oleh masyarakat Dukuh Brijolo Desa Kalikebo.

24.Makam Kyai Maloyopati

Alamat : Dukuh Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten

Kyai Maloyopati juga disebut sebagai Ki Ajar Merto alias Eyang Gotro Maloyopati yang merupakan tokoh dari Kerajaan Mataram yang mempunyai dua putera bernama Ki Ageng Wonoboyo alias Ki Ageng Mangir dan seekor Ular Kisi yang diharuskan bertapa melingkari Gunung Merapi karena ingin menjadi manusia.

25.Makam Eyang Gusti Semaring Gedhong Mindi

Alamat : Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten

Makam Eyang Gusti Semaring Gedhong terlihat kurang begitu terawat. Di komplek makam juga terdapat masjid yang bernama Masjid Mindi. Sama juga dengan makam nya masjid mindi juga tidak diketahui kapan dan oleh siapa masjid ini didirikan.

26.Makam Gedhong Drono Mandurorejo

Alamat : Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

loading...

Makam Eyang Mandurorejo yang merupakan salah seorang kerabat dari Keraton Ngayogyokarto. Eyang Mandurorejo beserta keluarganya merupakan pendatang sebelum masa penjajahan Belanda. Di kompleks makam terdapat Masjid Agung Drono, dimana tiang penyangganya memiliki umur yang sama dengan tiang penyangga cungkup Makam Mandurorejo.

27.Makam Eyang Proyokusumo

Alamat : Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

Makam Eyang Proyokusumo yang merupakan putra dari Eyang Mandurorejo yang dimakamkan di desa Drono. Eyang Proyokusumo adalah seorang panglima perang Sultan Agung Kerajaan Mataram yang akhirnya dianggap sebagai pemberontak. Sultan Agung kemudian mengutus Ki Ageng Gribig dan Eyang Sorowadi menangkap Eyang Mandurorejo beserta anaknya yaitu Eyang Proyokusumo. Makam Eyang Proyokusumo banyak dikunjungi peziarah pada tanggal 24 Bulan Ruwah. Peziarah selain berasal dari dalam kota juga banyak berasal dari luar kota.

28.Makam Nyai Ageng Anjang Mas

Alamat : Desa Gledeg, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten

Makam Nyai Ageng Anjang Mas yang merupakah tokoh Dalang perempuan pada jaman Kerajaan Mataram Islam (Kartasura). Lokasi makam berada di tengah sawah, tidak jauh dari pemukiman penduduk. Makam tersebut banyak dikunjungi para peziarah, khususnya pada malam Jumat. Mitos menurut penduduk sekitar jika ingin menjadi seorang Dalang terkenal wajib melakukan tirakat dan ziarah ke makam nyai Ageng Anjang Mas untuk mencari berkah.

29.Makam Sayid Habib

Alamat : Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten

Makam Sayid Habib yang terdapat di atas Sendang Nglebak. Sayid Habib merupakan salah satu tokoh syiar agama Islam yang sangat terkenal dan memiliki banyak pengikut yang setia.Makam Sayid Habib banyak dikunjungi para peziarah pada malam jumat.

30.Makam Kyai Ageng Putut Selogringging

Alamat : Desa Tulung, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten

Makam Kyai Ageng Putut Selogringging yang merupakan seorang pendatang/musafir yang melakukan pengembaraan/perjalanan untuk menyiarkan Agama Islam bersama seorang sahabatnya yaitu Kyai Ageng Gribig. Namun dari versi lain ada yang menyebutkan bahwa asal usul Kyai Ageng Putut Selogringging mempunyai nama lain yaitu mbah Putut Madiogondo yang merupakan generasi ke 3 atau keturunan ke 3 atau cicitnya Syech Wasibagno dan RA.Seledah binti Kanjeng Sunan Giri.

31.Makam Nyai Sawunggaling

Alamat : Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

Makam Nyai Sawunggaling terlihat kurang begitu terawat, Nyai Sawunggaling yang hidup pada masa Kerajaan Mataram, merupakan seorang pendekar perempuan yang sakti mandraguna. Makam Nyai Sawunggaling banyak dikunjungi para peziarah pada malam jumat kliwon atau seloso kliwon.

  1. Makam Eyang Joyokartiko

Alamat : Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten

Makam Eyang Joyokartiko yang merupakan cikal bakal dan sesepuh, Eyang Joyokartiko ikut mengantar Amangkurat III, Raja Keraton Kartasura (Pajang) pada waktu pindah ke Surakarta dan kemudian diangkat menjadi Manggoloyudo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

  1. Makam Mbah Manshur Pendiri Pondok Pesantren Popongan

Alamat : Dukuh Popongan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten

Kiai Manshur adalah putera Syaikh Muhammad Abdul Hadi Giri Kusumo, seorang mursyid Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah di Giri Kusumo Mranggen Demak. Berdasarkan cerita yang berkembang. pada prosesi pemakaman Mbah Hadi, terjadi sebuah fenomena khariqul “addah (aneh, luar biasa), yakni ada batu besar yang berada dekat calon makam Mbah Hadi. Seluruh pelayat tidak mampu menyingkirkan batu tersebut. Setelah Mbah Kiai Manshur datang, maka batu tersebut diangkatnya sendiri.

Mbah Manshur belajar agama kepada orang tuanya sendiri, yaitu Syaikh Muhammad Hadi Girikusumo. Ketika remaja, ia belajar Islam dan nyantri di Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta yang diasuh oleh Kiai Idris, sebuah pesantren tua yang pendiriannya dipelopori oleh Kraton Kasunanan Surakarta. Manshur muda kemudian mendirikan pesantren di Dusun Popongan Klaten, 20 KM dari Jamsaren Surakarta. Di dalam komplek makam Popongan juga terdapat makam Mbah Salman Dahlawi (Cucu kesayangan Mbah Manshur) dan Makam Mbah KH Jablawi. Banyak peziarah dari dalam maupun luar kota saat diadakan Haul Mbah Manshur setiap setahun sekali.

  1. Makam Mbah Liem atau KH Muslim Rifa’i Imam Puro

Alamat : Dukuh Sumberejo, Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten

Pondok Pesantren Al-Muttaqin Pancasila Sakti  pendirinya adalah Al ‘Arifubillah Almaghfurlah KH Muslim Rifa’i Imam Puro atau yang akrab disapa Mbah Liem. Di kalangan masyarakat pesantren, Mbah Liem dikenal sebagai tokoh sakti yang memiliki kemampuan linuwih. Mbah Liem juga berasal dari trah darah biru, ia cucu Imam Puro, sedangkan orangtuanya (Mursilah – Teposumarno) adalah keturunan Pakubuwono IV. Semasa kecilnya, Mbah Liem suka nyantri berpindah-pindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya di Jawa.

Mbah Liem memiliki keunikan dan kenyelenehan tersendiri. Penampilannya sederhana dan sering mengenakan pakaian aneh-aneh, tidak sebagaimana lazimnya pakaian seorang ulama besar. Misalnya, ketika tampil di muka umum, Mbah Liem mengenakan baju seragam tentara, memakai rompi ataupun memakai topi. Makam Mbah Liem banyak dikunjungi para peziarah pada malam jumat dan saat ruwahan.

  1. Makam Kyai Imam Rozi

Alamat : Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

Makam Kyai Imam Rozi terletak di komplek Pondok Pesantren Singomanjat, Makam Kyai Imam Rozi yang hidup sekitar tahun 1801-1872, seorang Manggoloyudo pada zaman perang Pangeran Diponegoro tahun 1825-1830 dan pendiri Pondok Pesantren Singomanjat Tempursari Kec. Ngawen Klaten. Pada waktu itu Kyai Imam Rozi masih berumur muda, oleh Sinuhun PB VI, Kyai Imam Rozi disuruh mencari tempat untuk mengembangkan ilmu dan ajaran Islam ke seluruh wilayah yang masih milik Kasunanan Surakarta.

  1. Makam Kyai Karsorejo

Alamat : Dukuh Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten

Makam Kyai Karsorejo yang juga dikenal dengan makam Soropaten. Makam ini banyak dikunjungi para peziarah, utamanya pada malam Jumat Pon. Di dekat makam juga terdapat sendang, yakni Sendang/Umbul Pancuran Sidomulyo Pandanan. Masyarakat Pandanan selalu menggelar tradisi Adat Suro setiap tahunnya yang dibarengi dengan pementasan gelaran wayang kulit semalam suntuk untuk memperingati kelahiran Kyai Karsorejo.

  1. Makam Eyang Sorowadi di Sorowaden

Alamat : Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

Makam keturunan Eyang Sorowadi. Di kompleks makam terdapat makam Eyang Sorowadi II, III dan IV. Eyang Sorowadi II merupakan murid Ki Ageng Gribig. Sedangkan Eyang Sorowadi III dan IV merupakan keturunan Eyang Sorowadi II. Pada jalan masuk menuju kompleks makam terdapat Masjid Sorowaden yang digunakan oleh Eyang Sorowadi pada jaman dahulu untuk syiar agama islam. Makam sorowaden banyak dikunjungi para peziarah pada malam jumat.

  1. Pesanggrahan Pakoe Boewono X atau Sinuhun PB X

Alamat : Dukuh Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten

Pesanggrahan Pakoe Boewono X yang berada di lereng Gunung Merapi di kawasan wisata Deles Indah, yang konon digunakan PB X untuk memohon agar letusan Merapi tidak mengarah ke daerah timur pesanggrahan atau mengarah ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

  1. Petilasan Sunan Kalijogo

Alamat : Dukuh Sepi, Desa Barepan, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten

Petilasan Sunan Kalijogo yang banyak dikunjungi peziarah terutama pada malam 1 Sura/Muharam karena diadakan doa bersama di dalam ruang petilasan. Di dalam komplek petilasan terdapat bekas tempat Sholat dan tempat menancapkan tongkat Sunan Kalijogo konon dulu diceritakan dalam perjalanan menuju dukuh kauman kanjeng sunan kalijogo mampir di suatu tempat di dukuh Sepi desa barepan untuk melaksanakan sholat dan sholat beliau beralaskan sebuah lempengan batu, maka atas kebesaran Alloh SWT batu tersebut membekas dengan bekas cekungan muka, kedua telapak tangan, kedua lutut serta kedua ibu jari kaki, dan tempat tersebut hingga saat ini ketika bulan Maulud ramai di datangi masyarakat yg ingin melihat napak tilas serta mengagumi kebesaran Alloh SWT. Tradisi setiap bulan Maulud tsb dinamai tradisi “Nyepi” karena berada di dukuh Sepi desa Barepan.

39.Arca Nyi Loro Tanjungsari

Alamat : Dukuh Tanjungsari, Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten

Arca Nyi Loro Tanjungsari merupakan arca yang terdapat di bawah pohon beringin yang rindang yang dijadikan tempat melakukan upacara tradisional bersih dukuh Tanjungsari pada setiap tanggal 10 Sura.

  1. Sendang Sumur Gumuling

Alamat : Dukuh Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten

tempat beristirahat Ki Dalang Soponyono pada saat melarikan Dewi Ruyung Wulan (Putri dari Adipati Carangsoko). Ki Dalang Soponyono adalah seorang dalang yang sangat terkenal pada saat itu terutama di kawasan Kadipaten Mojosemi, Bantengan, Carangsoko, Pesantenan, Paranggarudo. Dalam peristirahatannya di Desa Bentangan Ki Dalang bermaksud mengambil air dari dalam sumur untuk diminum ternyata tidak terdapat timba (alat tradisional) untuk mengambil air dari dalam sumur. Kemudian Ki dalang Soponyono dengan kesaktian yang dimilikinya dan atas izin Tuhan Yang Maha Esa maka sumur itu sanggup digulingkan sehingga airnya dapat mengalir untuk diminum. Itulah asal usul disebut sendang sumur gumuling, sumur gumuling ini juga ada kaitannya dengan mata air Pengging yaitu sebagai sumber dari mata air Pengging yang muncul bersamaan dengan Keraton Pengging. Salah satu daya tarik lain sendang ini sehingga ramai dikunjungi adalah air sendang yang bertuah dan dianggap bisa memberi keselamatan dan membebaskan dari penyakit.

  1. Tugu Mataram di cawas

Alamat : Dukuh Betro, Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

Tugu yang sering disebut sebagai  “Tugu Mataram” ini dapat menjadi saksi sejarah, dipecahnya bumi Mataram menjadi dua bagian dimasa perjanjian Giyanti, yakni Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tugu Mataram merupakan tanda batas wilayah kasunanan Surakarta dengan kasultanan Ngayogyakarta. Ada dua buah tugu, satu  berada di padukuhan Betro, desa Burikan, kecamatan Cawas, kabupaten Klaten posisinya di sebelah utara jalan adalah milik kasunanan Surakarta (bercat putih biru ), sedangkan satu tugu yang lain berada di selatan jalan tepatnya di padukuhan Mundon, desa Tancep, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah milik kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (tidak dicat).

  1. Makam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI

Alamat : Dukuh Ngranyu, Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten

Makam Veteran Pejuang Kemerdekaan RI yang juga merupakan pemakaman keluarga yang dibangun oleh seorang tokoh bernama Bapak Wiryono yang pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Australia pada  masa pemerintahan Presiden Soekarno.

  1. Makam Soejono Hoemardani

Alamat : Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten

Makam Soejono Hoemardani yang berupa makam keluarga. Semasa hidupnya beliau memiliki pangkat Inspektur Jenderal Pembangunan Angkatan Darat, dengan tugas Aspri (Asisten Pribadi) Presiden Soeharto.

  1. Makam Pahlawan 45 Jonggrangan

Alamat : Dukuh Jonggrangan, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten

Makam salah seorang pejuang Angkatan 45 yang merupakan tokoh yang disegani di Jawa Tengah yaitu Bapak Surowardawa yang hidup antara tahun 1887 – 1957. Makam tersebut telah dipugar oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah pada tahun 1989.

  1. Masjid Sorowaden

Alamat : Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten

Masjid yang berada di dekat makam keturunan Eyang Sorowadi yang digunakan untuk ibadah sholat oleh para peziarah yang datang ke makam Sorowaden. Diyakini sebagai masjid “tiban” karena tidak diketahui kapan dibangun dan siapa yang membangunnya.

  1. Masjid Atta “Awun (Ds. Banaran Kec. Delanggu)

Alamat : Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten

Masjid yang merupakan hasil pembangunan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

  1. Masjid Besar SRIDJAJA

Alamat : Desa Kauman, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

Masjid yang terletak di dekat makam Kyai Ketib Banyu Meneng. Nama SRIDJAJA merupakan kependekan dari “Syarat Rukun Islam Dadiyo Jasan Amrih Juwono Akhire”.

  1. Masjid Agung Kauman

Alamat : Dukuh Kauman, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten

Masjid Agung Kauman yang merupakan peninggalan sejarah yang dahulu digunakan untuk syiar agama Islam oleh Panembahan Agung. Letak masjid agung kauman tepat di timur kompleks makam Panembahan Agung.

  1. Masjid Mindi

Alamat : Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten

Masjid Mindi yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai masjid “tiban”, yang ada dengan sendirinya, karena tidak diketahui dengan jelas siapa pendirinya dan kapan didirikan.

  1. Masjid Agung Kota Klaten

Alamat : Desa Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten

Masjid Agung yang merupakan masjid dengan bangunan/arsitektur modern yang berada di pusat Kota Klaten yang dapat menampung jamaah dalam jumlah besar.

  1. Masjid Besar Jatinom

Alamat : Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten

Masjid Besar Jatinom yang merupakan masjid yang berada di kawasan Makam Ki Ageng Gribig yang dapat menampung jamaah dalam jumlah besar. Digunakan sebagai salah satu tempat acara ritual upacara tradisional Yaqowiyu atau tradisi “Nyebar Apem” yang diselenggarakan setiap tahun pada bulan Sapar (Kalender Jawa).

  1. Masjid Alit Jatinom

Alamat : Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten

Masjid Alit yang diyakini sebagai rumah/tempat tinggal Ki Ageng Gribig pada jaman dahulu, yang terletak agak jauh dari kawasan makam Ki Ageng Gribig.

  1. Masjid Al-Fatah

Alamat : Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten

Masjid Al-Fatah yang dikenal sebagai masjid tiban yang menurut kepercayaan ada dengan sendirinya karena tidak diketahui siapa yang mendirikan/membangun. Namun diperkirakan masjid ini dibangun pada masa Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Secara fisik Masjid Al-Fatah dari awal telah mengalami beberapa renovasi sehingga hanya tiang penyangganya yang masih asli

  1. Masjid Agung Al Aqsa

Alamat : Jl. Solo-Yogya, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten

Masjid Agung Klaten dengan nama masjid Al Aqsa. Masjid ini di bangun diatas tanah yang dulunya merupakan  bekas terminal di Klaten. Sekarang terminal Klaten di pindah di daerah Srago atau sekitar 200 m sebelah timur stasiun Klaten. Masjid bergaya Persia ini terletak di pusat Kota Klaten dan mampu menampung ribuan orang jamaah.

  1. Makam Punggawa Baku Pendamping Perjuangan RM. Said (Pangeran Sambernyowo).

Punggawa baku atau Punggawa bakujoyo atau Punggawa Kawandoso adalah sebuah sebutan bagi pasukan khusus di bawah pimpinan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyowo. Kekuatan punggawa baku tidak perlu diragukan lagi, karena dari dibawah kepemimpinan RM Said punggawa kawandoso mampu memenangkan perang-perang besar melawan Belanda. Berikut ini adalah beberapa Punggawa baku yang dimakamkan di daerah Klaten.

  1. Kyai Ngabei Joyoprabowo Gunung Wijil, Prambanan, Klaten
  2. Kyai Somarasemita / Joyosudarso Sidowayah, Polanharjo, Klaten

Nah bagaimana banyak sekali bukan wisata religi di Kabupaten Klaten, apabila daftar sejumalah Makam tempat ziarah di  Klaten di atas ada kekeliruan penulisan nama, gelar atau tempat mohon partisipasi anda untuk mengoreksi nya dengan meninggalkan komentar di kolom komentar di bawah ini. Atau bagi anda yang ingin menambahkan tempat ziarah di Klaten yang belum ada di daftar diatas maka dapat mengirimkanya melalui email saya lewat halaman contact us di bawah , atau bisa anda tinggalkan di kolom komentar agar dapat saya tambahkan ke daftar diatas. Terima kasih sudah mau mampir di blog Gudang Misteri, semoga sedikit informasi ini bermanfaat.

Daftar Makam Tempat Ziarah dan Wisata Religi di Klaten |