Kisah Sunan Kalijaga Bertemu dengan Nabi Khidir AS

Setelah menjalani latihan berat, berupa puasa dan riyadhah-riyadhah lainnya seperti dikubur hidup-hidup selama beberapa hari, Sunan Kalijaga menghadap gurunya yaitu Sunan Bonang. Berkata Sunan Bonang, “Muridku ketahuilah olehmu, jika kau ingin mendapatkan pengetahuan yang bersifat hidayatullah, naiklah haji, pergi ke Baitullah di Mekkah dengan hati tulus ikhlas.

nabi khidir bertemu sunan kalijaga

ilustrasi nabi khidir bertemu dengan sunan kalijaga

Ambillah air zam-zam di Mekah. Itu adalah air yang suci dan sekaligus mengharap berkat syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw yang menjadi suri tauladan umat manusia. Sunan Kalijaga tunduk patuh, setelah memberi hormat penuh takzim sebagaimana dilakukan seorang murid kepada gurunya maka ia mohon diri untuk mengerjakan apa yang dianjurkan gurunya yaitu pergi ke Tanah Suci Mengharap hidayah ilahi.

Konon Sunan Kalijaga menempuh jalan pintas, menerobos hutan, naik gunung turun jurang dan tanjakan, tetebingan didakinya memutar, tanpa terasa perjalannya tiba di tepi pantai. Hatinya bingung kesulitan menempuh jalan selanjutnya. Terhalang oleh samudra luas. Sejauh mata memandang yang nampak hanya air semata. Dia diam termenung lama sekali, memutar otak mencari jalan yang sebaiknya ditempuh.

Baca juga : “Wejangan Sunan Kalijaga kepada Ki Ageng Selo

Sementara itu, di tepi samudra syahdan seorang insan kamil yaitu Nabi Khidir as mengetahui seorang kedatangan Sunan Kalijaga yang tengah bingung. Nabi Khidir as mengetahui segala perjalanan yang dialami oleh Sunan Kalijaga dengan sejuta keprihatinan, karena ingin meraih hidayat. Berbagai cara telah ditempuh, juga melalui penghayatan kejiwaan dan berusaha mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi, namun mustahil dapat menemukan hidayat, kecuali kalau mendapatkan anugerah atau rahmat dari Allah Yang Mahabenar.

Sementara itu Sunan Kalijaga ternyata sudah terjun merenangi lautan luas, tidak mempedulikan nasib jiwanya sendiri, semakin lama Sunan Kalijaga, sudah hampir di tengah samudera, mengikuti jalan untuk mencapai hakikat yang tertinggi dari Allah, tidak sampai lama, sampailah di tengah samudera. Ternyata setelah Sunan Kalijaga, ada di tengah samudera, ia melihat seseorang, yang sedang berjalan tenang di atas air, siapa lagi orang yang mampu berjalan di atas air di tengah samudera, sosok manusia yang menemui sunan kalijaga ia tak lain adalah mahaguru para wali yaitu Nabi Khidir as, yang tidak diketahui dari mana datangnya, sosok manusia suci yang penuh perbawa itu bertanya dengan lemah lembut :

loading...

“Hai Kalijaga apakah tujuanmu mendatangi tempat ini? Apakah yang kau harapkan? Padahal di sini tidak ada apa-apa? Tiada yang dapat dibuktikan, apalagi untuk dimakan, juga untuk berpakaian pun tidak ada. Yang ada hanyalah daun kering yang tertiup angin, jatuh di depanku, itu yang saya makan, kalau tidak ada tentu tidak makan. Senangkah kamu dengan melihat itu semua?

“Sunan Kalijaga, heran mengetahui penjelasan itu. Nabi Khidir as berkata lagi kepada Sunan Kalijaga, “Kalijaga di sini ini, banyak bahayanya, kalau tidak mati-matian berani bertaruh nyawa, tentu tidak mungkin sampai di sini, di tempat ini, segalanya tidak ada yang dapat diharapkan hasilnya.” · “Mengandalkan pikiranmu saja masih belum apa-apa, padahal kamu: tidak takut mati. Kutegaskan sekali lagi, disini tidak mungkin kau dapatkan yang dapat diharapkan hasilnya”

Baca juga : “Asal Usul Raden Rahmat mendapat Julukan Sunan Ampel

Sunan Kalijaga bingung hatinya tidak tahu apa yang harus diperbuat, dia menjawab, bahwa dia tidak mengetahui akan langkah yang sebaiknya perlu ditempuh selanjutnya. Semakin pelan ucapan Sunan Kalijaga, “Terserah bagaimana baiknya menurut guru:

Sang mahaguru Nabi Khidir as menebak, “Apakah kamu juga, sangat mengharapkan hidayahtullah (petunjuk Allah)?”

Sunan Kalijaga mengangguk penuh hormat.

Akhirnya Nabi Khidir as menjelaskan. “Ikutilah petunjukku sekarang ini!”

jati diri nabi khidir

jati diri nabi khidir

Lalu siapakah sebenarnya Nabi Khidir AS itu?

Nabi Khidir adalah seorang nabi yang disebutkan di dalam Alquran, yaitu di dalam surat Al-Kahfi.

“Lalu mereka (Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” [QS. Al-Kahfi ayat 65]

Nabi Khidir adalah hamba yang dimaksud dalam ayat diatas. Nabi Khidir adalah nabi yang mengajarkan tentang ilmu dan kebijaksanaan kepada Nabi Musa, pada saat itu Allah memerintahkan Nabi Musa untuk belajar kepada Nabi Khidir,

“Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” [QS. Al-Kahfi ayat 66]

Baca juga : “Arah Mencari Rejeki Menurut Perhitungan Weton

Namun Nabi Khidir memberikan syarat kepada Nabi Musa, yaitu Nabi Musa tidak boleh menanyakan apapun sampai Nabi Khidir menjelaskan sendiri kepada Musa. Kisah ini juga tertulis di dalam Alquran,

“Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”. [QS. Al-Kahfi ayat 70]

Kisah Sunan Kalijaga Bertemu dengan Nabi Khidir AS |