Ritual Buka Luwur mengganti Kelambu di Makam

Ritual buka luwur mengganti kelambu di makam Sunan Muria – Berbagai kisah walisongo, cerita walisongo, maupun ajaran walisongo yang sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat jawa menjadi bukti bahwa ajaran walisongo mudah diterima di masyarakat. Proses mengenalkan Islam yang dilakukan oleh para walisongo ke seluruh penjuru tanah jawa memang tidakla mudah karena pada jaman dahulu masyarakat menganut agama hindu. Para wali yaitu para sunan-sunan memiliki terobosan atau ide-ide agar islam mudah diterima di masyarakat yang masyoritas hindu, sehingga para wali membuat tradisi-tradisi yang notabene kental dengan agama hindu namun dimasuki dengan agama islam. Nah karena itulah sampai sekarang tradisi masih tetap dijaga walaupun kadang para wahabi menganggap itu musyrik namun niat yang dilakukan para wali sebenarnya agar islam mudah diterima oleh masyarakat hindu.

ritual buka luwur makam sunan muria

ritual buka luwur makam sunan muria

Hampir di setiap makam para Wali Songo, terdapat ritual tradisional untuk menghargai jasa-jasa para wali. Di makam Sunan Muria misalnya, terdapat ritual Buka Luwur. Ritual atau upacara Buka Luwur atau Ganti Luwur adalah upacara mengganti kelambu atau kain penutup makam Sunan Muria. Saat itu ribuan peziarah datang untuk mengikuti puncak prosesi atau ritual tersebut yang dipercaya dapat mendatangkan berkah. Awalnya, upacara Buka Luwur ini digelar pada tanggal 10 Sura atau Muharram. Kemudian tahun 1960-an waktu ritual diubah oleh beberapa juru kunci makam, menjadi tanggal 15 Sura atau Muharam.
Baca juga : “Kisah Gus Dur Berdialog dengan Sunan Gunung Jati”
“Alasannya tanggal 10 Sura bertepatan dengan haul Sunan Kudus dan haul Mbah Mutakin di Kajen Pati,” ungkap Imam Masjid Sunan Muria.Meskipun demikian, Mastur mengakui sampai saat ini belum ada tanggal jelas wafat dan lahirnya Sunan Muria atau Raden Umar Said tersebut. Upacara Buka Luwur ini dilaksanakan dalam waktu yang cukup panjang, sekitar dua minggu lamanya. Ritual dimulai dengan membersihkan sumber mata air Nglaren di pagi hari. Kemudian di malam harinya digelar Manaqib dan Berjanjen, yaitu melantunkan salawat dan puji-pujian.

loading...

Prosesi selanjutnya acara Dondom Luwur atau menjahit kelambu dan mori yang akan dipasang disekitar makam Sunan Muria. “Tidak main-main kelambu dan kain mori yang dibutuhkan hingga 13 potong dengan total panjang sekitar 650 meter. Pasalnya, kain yang dipasang tersebut di desain seperti sedemikian rupa seperti dahulu kala. Kelambu, sarung, lajer dan lainnya. satu potongnya sampai 50 meter,” paparnya.

Selain itu, dilakukan Istigashah Assyura yang diikuti penyantunan anak yatim. Kemudian Qotmil Qur’an Bil Ghoib putri disambung Qotmil Qur’an Bil Ghoib Putra. Kedua kegiatan Qotmil Quran diikuti penyembelihan ternak kerbau. “Puncaknya pada tanggal 15 Muharom digelar pengajian umum yang biasanya diisi oleh ulama dari Pekalongan Habib Luthfi dan Ulama dari Kota Semarang Habib Umar Muthohar,” jelasnya. Di acara pengajian akbar itulah dilakukan acara pelelangan bekas kain kelambu yang bekas dan hasil lelang dimasukkan ke kas yayasan.

Baca juga : Asal Usul Tradisi Ruwahan

Nah berbagai macam tradisi jawa yang dikenalkan oleh para wali semata-mata hanya untuk menyatukan umat islam, para wali memilki cara bagaimana agar orang-orang berkumpul, setelah orang berkumpul maka para wali melakukan dakwah untuk mengajak agar masuk ke agama islam. Semoga sedikit ulasan mengenai Ritual buka luwur mengganti kelambu di makam sunan muria ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Ritual Buka Luwur mengganti Kelambu di Makam |