7 Ciri-ciri Tempat yang Sering Dipasangi untuk Mencari Tumbal Pesugihan

loading...

Ciri-ciri Tempat untuk Mencari Tumbal PesugihanOrang yang mencari pesugihan di jaman sekarang masih ada walaupun secara kasat mata memang tidak terlihat mencolok mata, karena mencari kekayaan dengan jalan mencari pesugihan adalah sebuah hal yang tidak diperbolehkan dalam agama Islam karena merupakan dosa syirik atau menyekutukan Allah. Namun walaupun sudah tahu kalau mencari pesugihan itu dosa syirik atau tidak diampuni dan jaminan masuk neraka kenyataannya masih banyak orang yang mencari pesugihan karena ingin kaya punya banyak harta dan tidak tahan hidup susah. Padahal jika mau bersyukur orang yang sedang kesusahan adalah orang yang sedang diuji oleh Allah karena akan dinaikkan derajatnya, apabila seseorang mampu melewati ujian atau cobaan dari Allah maka orang tersebut akan dimuliakan di hadapan Allah.

tempat mencari tumbal pesugihan

tempat mencari tumbal pesugihan

Orang yang tidak kuat menjalani ujian dari Allah yaitu diuji dengan diberikan hidup susah di dunia akhirnya lari untuk mencari jalan pintas agar mendapatkan harta kekayaan yang melimpah. Orang yang mencari jalan pintas tersebut akhirnya mendatangi orang pintar, dukun, paranormal atau tempat-tempat mencari pesugihan agar bisa kaya raya tanpa harus kerja. Orang yang mencari pesugihan adalah meminta bantuan kepada jin sehingga orang yang sudah bersekutu dengan jin maka Allah tidak akan mengampuni dosanya.

Pesugihan memang dapat mendatangkan kekayaan secara instan tanpa harus bekerja, namun orang yang mencari pesugihan harus mencari tumbal pesugihan sebagai persembahan kepada jin yang telah membantu. Tumbal pesugihan merupakan sebuah hal wajib bagi para pelaku pencari pesugihan sebagai konsekuensi melakukan kerjasama kepada jin. Bentuk tumbal pesugihan atau sesajen banyak sekali macamnya seperti, kembang setaman, kembang tujuh rupa, kemenyan, minyak serimpi, dibakarkan dupa, kopi pahit, jajanan pasar, kepala kerbau, sego tumpeng, bahkan ada yang minta tumbal pesugihan bayi, wanita yang masih perawan, orang yang meninggal di hari jumat kliwon atau selasa kliwon.

Untuk mencari tumbal pesugihan biasanya para pemilik pesugihan memasang jin di tempat-tempat yang ramai dengan menaruhkan sesajen biasanya kembang atau bunga kadang ada juga jajanan pasar. Para pemilik pesugihan biasanya mencari tumbal pada bulan Sura atau Suro maka dari itu pada bulan Suro tak jarang banyak kejadian-kejadian yang tidak wajar yang merenggut nyawa seseorang. Agar lebih berhati-hati dan waspada maka sebaiknya anda simak berikut di bawah ini adalah ciri-ciri tempat yang sering dipasangi untuk mencari tumbal pesugihan.

7 Ciri-ciri Tempat yang Sering Dipasangi untuk Mencari Tumbal Pesugihan

  1. Perempatan jalan besar yang ramai, biasanya para pemuja pesugihan mencari tumbal dengan memasang jin yang mengganggu para pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil di sebuah perempatan jalan yang besar dan ramai. Sasaranya adalah pengendara yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga jin masuk ke alam bawah sadar dan mengganggu pengendara tersebut akibatnya terjadilah kecelakaan. Akhirnya pengendara yang menjadi korban tersebut arwahnya gentayangan atau kalau orang jawa menyebutnya “ngrambyang” karena telah menjadi tumbal pesugihan, selain tempat tersebut menjadi angker.
  2. Di sebuah jembatan besar, setiap jembatan besar pasti memiliki cerita mistis masing-masing karena setiap tempat pasti ada penunggu gaib nya seperti jin dan setan maka dari itu banyak para pencari pesugihan memasang jin nya di jembatan untuk mencari tumbal pesugihan. Sasaranya juga adalah pengendara yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga jin masuk ke alam bawah sadar dan mengganggu. Salah satu contoh kejadian yang sering dialami adalah pengendara yang diganggu tiba-tiba lampu mati sendiri, terus kadang tampak ada jembatan lain yang jalannya bagus namun setelah dilewati ternyata malah masuk ke sungai, tidak membunyikan klakson karena di beberapa tempat setiap melewati jembatan angker pengguna jalan harus membunyikan klakson walau dalam keadaan sepi, tujuannya adalah mencari ijin kepada jin penunggu jalan agar tidak diganggu.
  3. Di pantai atau laut, biasanya para pemilik pesugihan mencari tumbal dengan memasang jin yang mengganggu para pengunjung atau wisatawan yang sedang berlibur ke pantai atau laut untuk bermain ombak dan pasir. Sasaranya adalah pengunjung atau wisatawan yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga jin masuk ke alam bawah sadar lalu mempengaruhi orang tersebut untuk ke tengah laut sehingga pengunjung yang terkena pengaruh jin akan berjalan ke tengah laut menjauh dari pantai akibatnya saat ombak datang orang tersebut terseret ombak dan terbawa arus lalu tenggelam. Kejadian seperti ini masih banyak sekali terjadi hingga sekarang di pantai selatan.
  4. Di sungai, biasanya para pelaku pesugihan mencari tumbal dengan memasang jin yang mengganggu anak-anak yang sedang mandi di sungai atau main air di sungai. Sasaranya adalah orang atau anak-anak yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga jin masuk ke alam bawah sadar lalu mempengaruhi orang tersebut untuk ke tengah sungai sehingga orang yang terkena pengaruh jin akan berenang ke tengah sungai akibatnya orang tersebut hanyut terseret air dan terbawa arus lalu tenggelam di dasar sungai.
  5. Di pohon keramat, biasanya para pencari pesugihan mencari tumbal dengan memasang jin yang mengganggu orang yang sedang kebetulan lewat pohon keramat. Sasaranya adalah orang yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga jin masuk ke alam bawah sadar lalu mempengaruhi orang tersebut dengan imajinasi sebuah pohon yang buah nya banyak dan matang sehingga orang yang lewat tergoda untuk memanjat pohon, namun setelah pohon dipanjat tiba-tiba orang tersebut terjatuh.
  6. Di pasar, biasanya para pemilik pesugihan tuyul mencari tumbal dengan memasang jin yang mengganggu para pembeli yang sedang berbelanja ke pasar. Sasaranya adalah orang atau pengunjung yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga tuyul mengambil uang dengan gampang, salah satu cara agar uang tidak dicuri tuyul adalah ditali dengan karet, maka tuyul tidak bisa mengambil uang yang ditali karet.
  7. Di umbul atau sendang, biasanya para pelaku pesugihan mencari tumbal dengan memasang jin yang mengganggu orang yang sedang mandi dan berenang di umbul atau sendang. Sasaranya adalah orang yang pikirannya sedang dalam keadaan kosong atau ngelamun tidak fokus sehingga jin masuk ke alam bawah sadar lalu mempengaruhi orang tersebut untuk ke tengah-tengah umbul atau sendang akibatnya orang tersebut akan tenggelam

Baca juga : “ 20 Ciri-ciri rumah banyak dihuni makhluk halus

Demikian sedikit ulasan mengenai 7 ciri-ciri tempat yang sering untuk mencari tumbal pesugihan, pesugihan sampai saat ini memang ada dan tidak dipungkiri keberadaanya, namun dengan sedikit ulasan diatas semoga anda dapat menjadi orang yang lebih berhati-hati dan waspada, jangan sampai pikiran kita kosong saat sedang berkendara di jalan, apabila badan terasa capek sebaiknya istirahat terlebih dahulu jangan dipaksakan. Intinya semua bisa saja menjadi tumbal pesugihan namun apabila kita selalu ingat kepada Allah maka Insya Allah kita akan selalu mendapat perlindunganNya. Sekian ulasan artikel kali ini bila bermanfaat silahkan share ke teman-teman anda.

7 Ciri-ciri Tempat yang Sering Dipasangi untuk Mencari Tumbal Pesugihan |