10 Fakta dan Mitos Pancuran Pitu Petilasan Syekh Maulana Maghribi di Baturaden

loading...

Misteri Legenda dan Mitos Pancuran Pitu di BaturadenMitos tentang pancuran pitu atau pancuran tujuh di Baturaden yang merupakan petilasan Syekh Maulana Maghribi. Masyarakat sekitar menganggap bahwa pancuran pitu merupakan tempat keramat di purwokerto sehingga membuat saya tertarik untuk mencari fakta tentang sejarah pancuran pitu yang terletak di lereng kaki gunung slamet ini. Mitos pancuran pitu yang dipercaya masyarakat sekitar bahwa mata air panas ini terbentuk oleh fenomena gaib dan air pancuran pitu memiliki khasiat dapat mengobati segala macam penyakit. Selain itu mitos tentang pancuran 7 yang santer beredar di masyarakat adalah pancuran 7 digunakan sebagai tempat mencari pesugihan dengan cara berendam di mata air pancuran tujuh ini selama 7 hari 7 malam. Berdasarkan dari mitos masyarakat tentang pancuran pitu ini maka tim dua dunia tertarik untuk mencari kebenaran informasi tentang asal usul pancuran pitu dan sejarah pancuran pitu.

Pancuran Pitu Baturaden

Pancuran Pitu Baturaden

Asal usul pancuran pitu adalah berasal dari tumpahnya bumbung ki Haji Datuk yang berisi air zam-zam yang dibawa dari tanah suci Mekkah  pada saat Syekh Maulana Maghribi memandikan Ki Jambu Alas. Sebelumnya Ki Haji Datuk adalah salah seorang sahabat baik Syekh Maulana Maghribi, sedangkan  Syekh Maulana Maghribi sendiri adalah seorang waliyullah yang mengembara untuk syiar menyebarkan agama islam ke seluruh wilayah jawa.  Lalu Ki Jambu Alas adalah seorang pertapa sakti yang menantang Syekh Maulana Maghribi, Namun atas izin dari Allah SWT maka Syekh Maulana Maghribi berhasil mengalahkan Ki Jambu Alas,  ternyata Ki Jambu Alas setelah kalah adu kesaktian dengan Syekh Maulana Maghribi  dia akhirnya mau masuk Islam asal dengan syarat minta dimandikan terlebih dahulu agar benar-benar suci lahir dan batin.

Mengetahui Ki Jambu Alas benar-benar ingin bertobat maka Syekh Maulana Maghribi menyanggupi permintaan dari Ki Jambu Alas untuk dimandikan. Akhirnya Syekh Maulana Maghribi meminta air zam-zam kepada Ki Haji Datuk yang merupakan salah satu sahabat baiknya untuk memandikan Ki Jambu Alas. Air zam-zam ini diberikan kepada Syekh Maulana Maghribi khusus untuk memandikan Ki Jambu Alas. Namun saat dimandikan ternyata bumbung Haji Datuk untuk wadah air ternyata tumpah. Atas munajat dan kebesaran Allah SWT maka air tumpahan air zam-zam tersebut menjadi 7 buah sumber mata air panas yang mengalir deras dan tidak pernah kering. Tujuan sebenarnya munajat Syekh Maulana Maghribi dengan adanya pancuran ini sampai sekarang adalah agar manusia di jaman sekarang sadar akan kebesaran Allah.

petilasan syekh maulana maghribi (makam mbah atas angin)

petilasan syekh maulana maghribi (makam mbah atas angin)

Pancuran tujuh atau pancuran pitu adalah sebuah sumber mata air panas yang berjumlah tujuh maka dari itu dinamakan pancuran pitu. Di dekat pancuran pitu terdapat sebuah bangunan yang merupakan petilasan Syekh Maulana Maghribi atau Mbah Atas Angin namun beberapa orang keliru bahwa itu adalah makam Syekh Maulana Maghribi. Fakta nya makam dari Syekh Maulana Maghribi ada di beberapa tempat. Untuk makam Syekh Maulana Maghribi yang asli dipercaya yang terdapat di Klaten Jawa Tengah. Sumber mata air panas pancuran tujuh ini tepatnya di bawah lereng kaki gunung slamet  baturaden. Berikut di bawah ini sudah saya rangkumkan fakta tentang pancuran pitu yang berhasil diperoleh setelah dilakukan mediumisasi kepada beberapa orang mediator.

Mitos dan Fakta Pancuran Tujuh di Baturaden

  1. Asal usul pancuran pitu berasal dari tumpahan air zam zam yang digunakan Syekh Maulana Maghribi untuk memandikan Ki Jambu Alas
  2. Pancuran 7 memang benar adalah petilasan Syekh Maulana Maghribi
  3. Haji Datuk merupakan sahabat Syekh Maulana Maghribi bukan saudaranya
  4. Syekh Maulana Maghribi tidak dimakamkan di area pancuran pitu baturaden
  5. Ki Jambu Alas seorang pertapa sakti berhasil ditaklukan oleh Syekh Maulana Maghribi dan mau masuk Islam
  6. Pancuran pitu banyak dijadikan tempat mencari pesugihan oleh sebagian orang yang musyrik dan dikeramatkan, dibuat seolah-olah adalah tempat angker.
  7. Para pencari pesugihan melakukan ritual mandi, berendam dan bertapa di mata air pancuran pitu selama 7 hari 7 malam
  8. Jin penunggu yang mengabulkan keinginan para pencari pesugihan adalah jin penguasa di pancuran pitu yang bernama kebo ijo, berdasarkan mediumisasi kebo ijo akan meminta tumbal nyawa setiap 1tahun sekali apabila sudah melakukan perjanjian dengan jin penunggu disitu.
  9. Cahaya yang dipercaya masyarakat sekitar adalah asal usul dari pancuran pitu itu sebenarnya adalah lunturnya kesaktian Ki Jambu Alas saat dimandikan oleh Syekh Maulana Maghribi.
  10. Tujuan Allah membuat pancuran pitu ini dimaknai oleh Syekh Maulana Maghribi agar di masa yang akan datang para manusia percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa siapapun yang sungguh-sungguh berdoa dan hanya meminta kepada Allah SWT dan bukan kepada jin.

Baca juga : “Menguak Misteri Jembatan Gemblung di Sleman

Itulah tadi ulasan tentang Misteri Pancuran 7 di Baturaden yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber, semoga setelah menguak fakta tentang pancuran tujuh diatas dapat menghilangkan mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai petilasan Syekh Maulana Maghribi  di Baturaden ini sekaligus menambah wawasan anda agar tidak terjerumus ke dalam dosa syirik yaitu menyekutukan Allah. Jangan lupa share ulasan kali  ini agar lebih bermanfaat dan tunggu artikel selanjutnya..

10 Fakta dan Mitos Pancuran Pitu Petilasan Syekh Maulana Maghribi di Baturaden |