7 Fakta Misteri dan Mitos Jembatan Kali Dengkeng di Cawas Klaten

Loading...

7 Fakta Misteri dan Mitos Jembatan Kali Dengkeng di Cawas Klaten Jembatan kali dengkeng yang terletak di cawas klaten ternyata menyimpan segudang misteri yang belum banyak diketahui. Jembatan yang menghubungkan antara kecamatan cawas dengan kecamatan pedan ini melintang di atas aliran kali dengkeng yang konon berdasarkan mitos di masyarakat sekitar banyak terjadi gangguan-gangguan gaib dari makhluk astral penunggu jembatan kali dengkeng. Gangguan gaib lain bisa berupa penampakan makhluk halus dan banyak orang yang mandi di aliran sungai dengkeng tiba-tiba hanyut hilang tak ditemukan. Selain itu berdasarkan fakta yang beredar di masyarakat ternyata pada zaman dahulu kali dengkeng adalah salah satu tempat mencari pesugihan di klaten. Maka dari itu sampai sekarang jembatan kali dengkeng terkenal sebagai menjadi salah satu tempat angker di Klaten.

sejarah misteri mitos kali dengkeng di cawas klaten

sejarah misteri mitos kali dengkeng di cawas klaten

Sejarah kali dengkeng yang merupakan anak sungai dari sungai bengawan solo melintasi 5 kecamatan di klaten yaitu kecamatan bayat, wedi, trucuk, cawas,pedan,karangdowo dan 2 kecamatan di sukoharjo yaitu kecamatan tawangsari dan majasto. Pada zaman dahulu di era Presiden Soeharto kali dengkeng sempat mengalami renovasi aliran sungai atau kali. Kali dengkeng yang pada jaman dahulu berbentuk seperti huruf S karena berkelok-kelok seperti ular di renovasi secara besar-besaran dibuat menjadi lurus sehingga aliran air dari mata air di makam sunan pandanaran bayat sampai ke bengawan solo lebih lancar. Selain itu dampak bagi masyarakat yang bercocok tanam padi di sepanjang aliran kali dengkeng menjadi lebih makmur karena mereka yang biasanya bisa panen 1x dalam setahun bisa  berdasarkan salah satu sumber menyebutkan bahwa pada zaman dahulu sekarang bisa panen 2x atau 3x dalam setahun.

Sejarah kali dengkeng berdasarkan legenda di masyarakat atau cerita di masyarakat yang dikaitkan dengan unsur berbau mistis yaitu mengenai sosok penunggu kali dengkeng. Konon pada jaman dahulu sebelum diluruskan oleh Presiden Soeharto aliran kali dengkeng yang berkelok-kelok seperti ular dipercaya masyarakat sekitar terbentuk dari bekas jejak ular raksasa yang sekarang menjadi penunggu kali dengkeng. Sosok gaib penunggu kali dengkeng yang berwujud ular raksasa tersebut adalah Nyi Blorong. Berdasarkan cerita di masyarakat sosok Nyi Blorong penunggu kali dengkeng sering menampakkan diri dengan wujud wanita cantik berbadan dan berkepala manusia dengan mahkota serta pakaian seperti putri ratu keraton dengan kaki berwujud ular. Nyi Blorong menampakkan diri dengan masuk lewat mimpi bagi siapa saja yang ingin mencari pesugihan agar cepat kaya dan segala keinginan nya terkabul. Ada juga yang meminta agar diberikan pangkat dan jabatan.

peta aliran kali dengkeng di cawas klaten

peta aliran kali dengkeng di cawas klaten

Kali dengkeng digunakan sebagai tempat mencari pesugihan adalah sudah menjadi rahasia umum selain Pesugihan Tuyul Pohon Ketos di Trucuk Klaten, namun belakangan ini sudah jarang orang yang percaya akan hal yang gaib sejalan dengan majunya teknologi dan kesadaran diri manusia akan perbuatan yang musyrik. Konon para pencari pesugihan di kali dengkeng harus melakukan ritual khusus yaitu dengan laku kungkum atau berendam di aliran kali dengkeng selama 7 hari 7 malam, setelah itu apabila apa yang menjadi keinginannya terkabul maka si pencari pesugihan akan ditemui Nyi Blorong dalam mimpi dan setiap tahun harus memberikan tumbal pesugihan berupa 1 nyawa manusia untuk dijadikan pengikut Nyi Blorong. Apabila tidak memberikan tumbal pesugihan maka akan ada keluarga atau sanak saudara yang menjadi tumbal pesugihan sebagai gantinya. Berdasarkan silsilah keturunan yang sumbernya masih simpang siur menyebutkan bahwa sosok Nyi Blorong tak lain dan tak bukan adalah Dewi Nawangwulan yang merupakan putri dari Dewi Nawangsih atau lebih dikenal dengan Nyi Roro Kidul / Nyai Ratu Kidul / Ratu Pantai Selatan hasil perkawinan dengan Prabu Siliwangi yang merupakan raja dari Kerajaan Padjajaran.

Misteri kali dengkeng lain yang juga dipercaya adalah sebuah fakta di masyarakat adalah pada jaman dahulu kali dengkeng adalah kali yang digunakan oleh Joko Tingkir dari kasultanan Pajang dan salah satu walisongo yaitu Sunan Kalijaga sebagai jalur transportasi dengan menggunakan gethek atau perahu kecil dari kayu saat menyebarkan agama Islam di wilayah Bayat, Cawas, Tawangsari, Majasto. Bukti sunan kalijaga pernah menyebarkan atau syiar agama Islam di daerah Bayat adalah Masjid Golo Sunan Tembayat atau Sunan Pandanaran yang dipindah oleh Sunan Kalijaga dari puncak bukit ke bawah bukit karena adzan nya terdengar sampai ke demak bintoro maka dari itu atas perintah dari Sultan Trenggono. Bukti lain bahwa Sunan Kalijaga syiar di cawas adalah bekas tapak kaki sunan kalijaga di desa sepi cawas, sampai sekarang jika bulan suro masih ramai dikunjungi para peziarah.

Misteri kali dengkeng di cawas klaten ini juga menarik sebuah acara misteri di salah satu stasiun TV nasional Trans 7 yaitu Mister Tukul Jalan-jalan yang tertarik untuk menguak misteri kali dengkeng untuk mencari fakta tentang kali dengkeng di cawas. Berdasarkan penelusuran dari beberapa paranormal yang berkomunikasi dengan sosok gaib yang menjadi penunggu di jembatan kali dengkeng tersebut ternyata memang benar bahwa sosok penguasa di kali dengkeng tersebut adalah sosok ular raksasa yaitu Nyi Blorong. Selain itu terungkap fakta bahwa seseorang yang mencari pesugihan di kali dengkeng apabila didatangi Nyi Blorong di dalam mimpi maka dia akan dikabulkan segala keinginannya misalnya ingin mencari kekayaan.

Terakhir adalah kejadian-kejadian yang sering dikaitkan dengan sosok mahluk gaib penunggu kali dengkeng, misalnya seringnya terjadi orang yang hanyut di sungai dan banjir, berdasarkan makhluk penunggu kali dengkeng mereka marah karena manusia merusak rumah mereka. Jika dilihat secara nyata memang keadaan kali dengkeng sekarang memang sangat memprihatinkan dengan banyaknya orang yang membuang sampah sembarangan ke kali sehingga kali dengkeng sekarang penuh dengan sampah akhirnya kali dengkeng meluap tidak bisa menampung debit air saat musim penghujan datang dan air kali dengkeng juga kotor keruh  tidak jernih seperti dulu kala.

Baca juga : “Menguak Fakta Pancuran 7 Petilasan Syekh Maulana Maghribi

Itulah tadi ulasan khusus gudang misteri kali ini yang mengupas tuntas seputar cerita di masyarakat, legenda, fakta, dan mitos jembatan kali dengkeng di cawas klaten yang dikenal angker. Mungkin jika ada kesalahan informasi atau ada kekurangan data seputar misteri kali dengkeng ini bisa anda tambahkan di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca jangan lupa share agar lebih bermanfaat.

7 Fakta Misteri dan Mitos Jembatan Kali Dengkeng di Cawas Klaten |