7 Fakta Misteri Jembatan Bacem di Sukoharjo

Loading...

7 Fakta Misteri Jembatan Bacem di Sukoharjo – Perbatasan wilayah antara Surakarta dan Sukoharjo dipisahkan oleh sebuah jembatan penghubung yang terkenal angker dan banyak menyimpan kisah misteri serta cerita horor makhluk halus penunggu jembatan tua ini. Jembatan penghubung yang sudah dibangun sejak jaman penjajahan Belanda ini dibangun diatas aliran sungai Bengawan Solo yang merupakan jalur akses utama bagi masyarakat di wilayah Sukoharjo dan Wonogiri jika ingin pergi ke Surakarta. Masyarakat sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan Jembatan Bacem atau Kreteg Mbacem [Fakta 1]. Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari jembatan ini, hanya sebuah jembatan tua penghubung yang bersebelahan untuk jalur berbeda. Pada jaman dahulu jembatan Bacem hanya terdiri dari satu jembatan untuk dua jalur, tetapi untuk mencegah kerusakan karena semakin banyaknya kendaraan yang melewatinya, oleh pemerintah kemudian dibangun jembatan satunya yang sebelah barat untuk jalur dari Sukoharjo menuju ke Surakarta. Jembatan Bacem terletak di daerah Grogol, Sukoharjo.

Kisah Misteri Jembatan Bacem di Sukoharjo

Kisah Misteri Jembatan Bacem di Sukoharjo

Sejarah jembatan bacem sukoharjo mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat tidak seperti asal usul jembatan bacem yang sampai sekarang masih belum terkuak. Kalau kita membicarakan jembatan bacem, bagi sebagian orang langsung akan tertuju pada Peristiwa 1965 atau G 30 S/ PKI. Jembatan tua ini memiliki hubungan yang erat dengan peristiwa tersebut di daerah Sukoharjo, Klaten, Surakarta dan Wonogiri serta daerah di sekitarnya [Fakta 2]. Misteri yang menyelimuti jembatan bacem pun tak kalah seramnya, hingga membuat jembatan ini memiliki kesan angker walaupun aktivitas kendaraan lalu lalang ramai di atas jembatan ini selama 24 jam. Hubungan Kejadian PKI dengan jembatan ini bermula pada saat masa pemberantasan warga yang dicurigai sebagai anggota dari PKI sedang gencar dilakukan. Berdasarkan dari kejadian mistis yang sering dialami para pengendara yang kebetulan melewati “kreteg mbacem” saat malam hari yaitu sering muncul penampakan sosok makhluk gaib seperti sosok wanita dan makhluk halus yang merupakan sosok jin penunggu jembatan bacem dalam wujud berubah-ubah.

Prajurit khusus yang bertugas untuk memberantas gerakan ini menduduki tempat vital  di area Surakarta seperti Balaikota Surakarta atau di Sasono Mulyo, Loji Gandrung bahkan Keraton Surakarta. Sasono Mulyo sendiri digunakan sebagai pusat pengumpulan orang yang dicurigai sebagai orang PKI. Disini mereka dikumpulkan bersama orang dari daerah lain, yang kemudian mereka akan di “bon” atau dipinjam, yang setelahnya mereka tidak akan kembali lagi. Mereka disini antri untuk dipanggil namanya, lalu mereka akan diikatkan pada sebidang papan, diikat dari dada hingga kaki dengan mata tertutup, setelahnya mereka akan diangkut menggunakan truk atau kendaraan besar, dan ketika sudah tengah malam sekitar pukul 10 atau 12 malam, mereka akan disandarkan pada pinggiran jembatan bacem, untuk menantikan di eksekusi [Fakta 3].

Warga yang memiliki rumah di sekitar jembatan bacem bila malam sudah datang sudah tidak berani keluar rumah, karena mereka sudah ngeri mendengar rintihan dan suara tembakan dari senapan yang dilepaskan para prajurit. Para korban yang tertembak kemudian dilemparkan dari atas jembatan bacem ke dalam Sungai Bengawan Solo, apalagi jika sedang musim hujan dan aliran sungai cukup deras, maka korban eksekusi akan semakin bertambah. Menurut cerita, ada beberapa korban yang dapat melepaskan diri, saat akan ditembak, orang itu menceburkan dirinya ke sungai, dengan papan yang diikatkan pada tubuh itu digunakan sebagai perahu. Yang tidak selamat, mayatnya akan ditemukan di aliran sungai atau ada yang tersangkut di dekat jembatan pada pagi harinya [Fakta 4].

Hingga saat ini jembatan bacem masih menyimpan kisah misteri serta cerita seram tentang banyaknya korban yang dibuang di bawah aliran sungainya. Menurut pemaparan beberapa orang warga sekitar atau orang yang melewati jembatan bacem, kadang masih terdengar suara rintihan kesakitan seperti orang yang meminta tolong, dan ada pula yang melihat ada sesosok yang berseliweran di daerah jembatan bacem maupun di bawah jembatannya [Fakta 5]. Tidak heran bila hal itu terjadi, karena dahulunya tempat ini menyimpan peristiwa pilu yang memakan banyak korban, yang tidak diketahui bagaimana ujungnya. Beberapa tahun yang lalu, pernah sekali diadakan prosesi nyadran atau menabur bunga di atas sungai Bengawan Solo di Jembatan Bacem [Fakta 6].

Tradisi Nyadran Tabur Bunga di Jembatan Bacem

Tradisi Nyadran Tabur Bunga di Jembatan Bacem

Mereka adalah keluarga dari korban penembakan yang dilakukan pada tahun 1965. Di bawah jembatan bacem mereka melepaskan burung hutan dan menabur bunga untuk mengenang anggota keluarga mereka yang telah tiada. Prosesi itupun diiringi oleh alunan lagu dalam bahasa jawa yang menggambarkan tentang kesedihan dan permintaan keadilan. Tapi setelah dilakukan sekali, prosesi nyadran di jembatan bacem tidak dilakukan lagi tahun-tahun  berikutnya. Tetapi tiap tanggal 30 September, ada yang menabur bunga secara misterius di sungai Bengawan Solo, tanpa diketahui orangnya [Fakta 7].

Baca juga : “Menguak Misteri Bumi Kahyangan Petilasan Panembahan Senopati di Wonogiri

Demikian ulasan pada kesempatan kali ini yang mengupas tuntas salah satu tempat angker di sukoharjo dan sekaligus menjadi salah satu jembatan angker di Indonesia yaitu misteri jembatan bacem di Sukoharjo. Apabila ada kekurangan atau kesalahan mengenai fakta misteri jembatan bacem sukoharjo silahkan kirim informasi melalui kontak Gudang Misteri atau bisa tinggalkan lewat kolom komentar di bawah ini. Tunggu artikel misteri menarik lainnya yang akan menguak berbagai tempat yang konon angker dan keramat serta mitos masyarakat.

7 Fakta Misteri Jembatan Bacem di Sukoharjo |