8 Fakta Cerita Misteri Mitos Gunung Pegat di Wonogiri

Loading...

8 Fakta Cerita Misteri Mitos Gunung Pegat di Wonogiri – Wonogiri selain terkenal dengan waduk gajah mungkur nya ternyata juga menyimpan cerita misteri yang menjadi sebuah legenda dan mitos di masyarakat sekitar. Banyak misteri di Wonogiri yang masih banyak belum terkuak secara pasti namun masih dipercaya turun temurun oleh masyarakat sekitar sampai sekarang, salah satunya adalah tentang misteri gunung pegat. Bagi anda yang akan berpergian menuju ke Solo dari  wilayah Pacitan Jawa Timur atau dari arah Baturetno dan Tirtomoyo Wonogiri, pastinya anda sudah tak asing lagi dengan tempat ini, anda akan melewati sebuah daerah yang oleh warga sekitar dikenal sebagai salah satu tempat angker di Wonogiri yaitu Gunung Pegat. Gunung Pegat terletak di perbatasan antara Kecamatan Nguntoronadi dan Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, tepatnya di desa Bumiharjo (Fakta 1). Kawasan sekitar yang di kanan dan kirinya hutan yang ditumbuhi pepohonan tinggi serta tanaman tebu, dan ada jurang di sebelah selatannya, serta minimnya lampu penerangan, membuat daerah ini terlihat seram dan sepi kalau malam hari.  Akan tetapi kalau anda melintasi pada siang hari, sebernarnya kawasan Gunung Pegat cukup sejuk dengan banyaknya pohon yang tumbuh dan dari jalan di Gunung Pegat ini anda dapat melihat Waduk Gajah Mungkur di bawahnya dengan jelas, sehingga kerap daerah Gunung Pegat pun dijadikan obyek foto selfie  dengan latar belakang tanaman tebu yang mulai berbunga dan Waduk Gajah Mungkur dari kejauhan.

Cerita Misteri Gunung Pegat di Wonogiri

Cerita Misteri Gunung Pegat di Wonogiri

Menurut mitos gunung pegat yang beredar di masyarakat diperoleh fakta tentang asal muasal Gunung Pegat dari warga ada 2 versi cerita, yang petama yaitu di daerah tersebut pada jaman dahulu kala ada seseorang bernama Mbah Glondor. Pada masa muda mbah glondor pernah menyatakan cinta kepada seorang gadis cantik namun kenyataanya cintanya ditolak dan setelah itu Mbah Glondor merasa sakit hati sehingga dia mempunyai sumpah serapah dia akan hidup menduda, dan ketika Mbah Glondor meninggal, arwahnya menganggu para pengantin baru atau pasangan muda yang baru menikah yang melewati daerah Gunung Pegat sehingga pasangan pengantin baru tersebut akan bercerai (fakta 2).  Ada versi lain dari asal usul Gunung Pegat yaitu di daerah bernama Ngadiroyo terdapat dua buah gunung yang berdempetan, pada masa penjajahan sedang gencar dilakukan pembuatan jalan raya untuk menunjang kemajuan ekonomi dan transportasi, sehingga gunung yang terletak di atas Waduk Gajah Mungkur tersebut di belah atau dipisah (pegat) untuk kemudian di tengahnya dibuat jalan raya penghubung antara Kabupaten Wonogiri Jawa Tengan dengan Daerah di Provinsi Jawa Timur , seperti Pacitan dan Ponorogo. Karena gunung yang pada awalnya dua berdempetan dan kemudian dibelah atau dipisah, maka warga sekitar menyebutnya dengan istilah Gunung Pegat (fakta 3).

Ada beberapa pantangan dan mitos yang menyelimuti daerah Gunung Pegat, yang menambah kesan cerita horor gunung pegat wonogiri misalnya seperti pasangan pengantin baru menikah yang belum ada selapan atau 35 hari , dilarang melewati daerah Gunung Pegat dalam satu kendaraan, karena akan menimbulkan pertengkaran hebat sehingga akan mengalami perpisahan atau pegat (dalam bahasa jawa) dalam rumah tangganya atau kalau rumah salah satu pengantin harus melewati Gunung Pegat, maka perjalanan bisa dialihkan melewati darah Planjen atau desa Jendi Nguntoronadi yang akan melewati luar daerah Gunung Pegat  atau memutar melalui Pracimantoro atau Jatisrono, sehingga perjalanan rombongan pengantin tidak melewati daerah Gunung Pegat (fakta 4).  Pernah ada cerita mistis gunung pegat saat seseorang sendirian melewati daerah Gunung Pegat mengalami gangguan gaib, saat tengah malam ada yang mencoba memberhentikan kendaraan kemudian ingin menumpang, lebih baik anda terus melaju, karena sering sekali pengendara mengalami hal gaib di jalan gunung pegat ini, mereka merasa seolah sedang memboncengkan atau menaikkan orang ke dalam kendaraan, tapi ternyata penumpang itu tidak ada alias menghilang, hal ini sering terjadi pada pengendara yang berpergian sendirian dan melewati Gunung Pegat pada malam hari sendirian (fakta 5).

Selain adanya pantangan dan mitos melewati daerah Gunung Pegat, daerah ini juga kental dengan aroma mistis dan angker karena sebagai pada jaman dahulu saat pemberontakan G 30 S PKI sampai sekarang masih sering dijadikan tempat pembuangan m4yat korban dari p3mbunuhan yang bertujuan untuk menghilangkan jejak karena memang kawasan di sekitar gunung pegat belum ada rumah penduduk jadi suasananya sangat sepi sekali. Tak jarang banyak pengendara yang lewat sendirian di malam hari sering diganggu oleh penampakan makhluk halus jin penunggu gunung pegat wonogiri. Gunung Pegat yang kanan kirinya masih hutan belantara dengan banyak pepohonan dan semak, serta minim penerangan jalan dan jauh dari lokasi pemukiman penduduk, membuat daerah Gunung Pegat sebagai tempat srategis untuk membuang jas4d korban p3mbunuhan (fakta 6). Hal ini semakin membuat kesan seram dan angker daerah Gunung Pegat semakin kuat. Ditambah dengan kontur daerahnya yang berbukit dan rawan longsor serta banyaknya pohon tua yang tumbuh di sepanjang jalan, membuat jalan di Gunung Pegat rawan akan bencana alam, seringnya ketika hujan turun dengan deras dan intensitas sering, membuat tanah menjadi mudah longsor dan pohon tumbang, beberapa kali kejadian pohon tumbang menimpa kendaraan yang sedang melintas di jalan Gunung Pegat (fakta 7).

Sejarah gunung pegat memang masih menjadi misteri mengenai asal usul gunung pegat sampai saat ini. Tapi apabila kita lihat secara utuh tanpa melihat tentang mitos dan misteri yang menyelimutinya, sebenarnya Gunung Pegat tidak lebihnya hanya sebuah daerah pegunungan yang dilewati sebuah jalan penghubung antar Provinsi, yang dikelilingi oleh pohon yang tumbuh dengan subur dan membuat teduh bagi pengendara yang melewatinya pada siang hari, yang masuk dalam wilayah Perhutani Wonogiri sehingga pohonnya dilindungi dan tidak boleh sembarang ditebang untuk menjaga kekuatan tanah agar tidak terjadi longsor, dan apabila cuaca sedang cerah kadang kita dapat melihat Waduk Gajah Mungkur di bawahnya sebagai tambahan pemandangan. Tetapi ingat, jalanan di daerah Gunung Pegat memiliki tikungan yang tajam dan kontur jalannya pun berbelok serta naik turun, walaupun terlihat seperti jalan lurus dan tidak bergelombang. Sehingga perlu hati-hati bila melewati jalanan ini, karena sering terjadi kecelakaan karena kurangnya waspada terhadap jalan berlubang dan bergelombang (fakta 8).

Baca juga : “Menguak Misteri di Pabrik Gula Gondang Baru Klaten

Demikianlah ulasan panjang lebar kali ini yang berhasil dikumpulkan tim gudang misteri dari berbagai sumber mengenai cerita misteri mitos dan pantangan Gunung Pegat yang terkenal sebagai salah satu tempat angker dan keramat di Wonogiri yang penuh misteri. Apabila ada kesalahan informasi atau kurang lengkap maka dapat anda tambahkan melalui kolom komentar. Terima kasih sudah mampir di blog Gudang Misteri jangan lupa tunggu artikel menarik selanjutnya.

8 Fakta Cerita Misteri Mitos Gunung Pegat di Wonogiri |