√ 27 Mitos Seputar BAYI

Mitos pada bayi – Setiap daerah pastinya memiliki cerita mitos dan pantangan yang ditujukan kepada ibu yang sedang hamil maupun kepada bayi yang baru saja dilahirkan. Jika pada kesempatan sebelumnya Gudang Misteri sudah pernah membahas mengenai mitos pantangan pada wanita hamil menurut kepercayaan orang jawa yang beredar di sekitar kita, nah pada kesempatan kali ini admin akan mengupas tuntas seputar mitos pada bayi menurut kepercayaan orang kuno jaman dahulu yang ada cerita di masyarakat. Mitos pada bayi ada banyak sekali mulai dari mitos bayi dalam dunia medis sampai mitos bayi secara mistis. Nah silahkan simak kumpulan mitos seputar bayi berikut ini lengkap dengan penjelasan nya.

mitos pada bayi

mitos pada bayi

Mitos Seputar Bayi menurut Kepercayaan Orang Kuno

  1. Mitos bayi kalung usus

Tentang bayi yang berkalung usus atau tali pusar atau bayi tiba sampir, di beberapa daerah seperti di Sunda dan Jawa, jika seorang bayi ketika dilahirkan terlilit usus atau tali pusarnya di leher, konon bayi tersebut kelak akan memiliki “kelebihan” seperti perasaan dan insting yang kuat, ketika mengenakan pakaian apapun akan terlihat pantas, dan akan menjadi orang yang sukses. Ini mau percaya atau tidak karena berupa mitos, tetapi alangkah baiknya bila kita ambil baiknya dari doa-doa yang ditujukan kepada si jabang bayi agar kelak dapat menjadi orang yang lebih baik.

  1. Mitos bayi lahir prematur

Tentang bayi yang lahir prematur atau lahir ketika belum genap 42 minggu dalam kandungan, ada yang mengatakan kalau bayi prematur akan memiliki “hal spesial”,  tentunya hal ini dapat dipercayai atau tidak. Bayi prematur lebih rentan terhadap lingkungan karena belum sempurnanya pembentukan organ-organ yang ada dalam tubuhnya, tetapi tidak selalu jika bayi prematur harus dimasukkan dalam inkubator untuk menghangatkannya. Ada beberapa dokter anak yang mengatakan jika lebih baik bayi dilekatkan dengan ibunya atau ayahnya agar terjadi kontak batin dan bayi menjadi nyaman karena merasa berada di dekapan orangtuanya. Selain itu juga bayi prematur memang cenderung memiliki berat badan yang lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang lahir secara normal tepat pada usia kehamilan, tetapi jangan khawatir karena sesuai dengan berjalannya waktu, bayi prematur akan mengejar keterlambatannya dengan selalu didampingi dan dibantu menstimulasi saraf motorik dan sensoriknya.

  1. Mitos bayi membedong bayi

Tentang membedong bayi agar kakinya tidak bengkok, hal ini hanyalah mitos saja. karena sebenarnya setiap bayi baru lahir memang tulangnya belum kuat jadi masih terlihat bengkok tidak lurus. Hal ini akan berubah ketika si bayi semakin besar dan muncul keinginan unuk berjalan, tulang kaki akan semakin kuat dan tegap.

  1. Mitos penggunaan gurita pada bayi agar tidak bodong

Tentang penggunaan gurita agar pusarnya tidak bodong, justru mitos ini tidak dianjukan oleh dokter anak karena dapat menghambat perkembangan paru-paru anak dan organ-organ di dalamnya. Tanpa penggunaan gurita, semakin besar bayi maka akan semakin masuk ke dalam, begitu juga memang ada bakat bodong, tanpa pemakaian gurita tetap akan keluar pusarnya.

  1. Mitos penggunaan gurita pada bayi agar tidak bodong

Tentang penggunaan gurita untuk mencegah perut buncit pada bayi, ini juga mitos sebenarnya karena semua bayi yang baru lahir pasti perutnya buncit. Hal ini karena perut bayi belum berkembang dibandingkan dengan bagian dada jadi seolag perutnya lebih besar dari bagian dada. Tapi jangan khawatir karena semakin anak bertumbuh maka perutnya akan menyesuaikan postur badannya, karena bayi juga konsumsi ASI masih secara bertahap.

  1. Mitos mencukur rambut pada bayi

Tentang rambut bayi yang harus dicukur habis agar dapat tumbuh lebat, hal ini ada benarnya tetapi bukan mitos sepenuhnya. Rambut bawaan bayi ketika lahir termasuk bagian yang “kotor”, sehingga harus dibersihkan hingga habis agar rambut dapat tumbuh kembali lebih bersih dan lebih banyak.  Dan juga rambut baru yang tumbuh kadang tidak selembut rambut pertama sebelum di cukur, cenderung lebih kasar dan kaku, hal ini yang mungkin membuat orang beranggapan bahwa rambut yang habis dicukur bersih lebih lebat.

  1. Mitos memotong kuku bayi

Ttentang kuku bayi yang tidak boleh dipotong sebelum selapan ( 35 hari ) atau sebelum 40 hari, hal ini karena kuku bayi masih “empuk” sehingga cukup rawan jika akan memotong kukunya. Kuku yang panjang pada bayi malah akan berbahaya jika tangan bayi tanpa snegaja menggaruk bagian muka atau bagian tubuh lainnya yang dapat menyebabkan luka. Jika memang anda belum berani memotong kuku anak karena masih terlalu kecil, maka kenakan sarung tangan dan kaki pada bayi agar kukunya tidak melukai. Atau gunakan peralatan memotong kuku untuk bayi yang aman dan tanpa melukai jari bayi.

  1. Mitos lesung pipit pada bayi

Tentang lesung pipit pada pipi bayi bisa di dapat dari mencolokkan cabai pada bagian pipi bayi, hal ini tentulah mitos karena pada beberapa orang lesung pipit terjadi karena susunan otot-otot pipi tersebut membentuk cekungan sehingga terjadilah lesung pipit ketika otot pipi bergerak.

  1. Mitos bayi diberi kopi

Tentang bayi diberi kopi agar tidak kejang , ini tentunya sangat berbahaya jika kita sampai melakukannya. Karena bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan, hanya ASI dari ibunyalah makanan yang dapat terserap oleh tubuhnya,sehingga tidak boleh diberikan makanan maupun minuman selain ASI. Selain itu pada kopi juga terkandung kafein , dimana zat ini akan menyebabkan dada berdebar karena denyut nadi menjadi cepat. Jadi ini hanyalah mitos, jika anak anda kejang karena panas, segera periksakan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Mitos memandikan bayi

Tentang memandikan bayi dengan air dingin agar bayi kuat, tentunya hal ini juga salah, karena bayi rentan terhadap suhu dingin. Selama 9 bulan di dalam kandungan ibunya dan merasakan hangat, tentu bayi akan rentan terhadap suhu dingin apalagi sampai dimandikan dengan air dingin. Air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat, sehingga makanan atau ASI yang ada di dalam tubuh bayi bisa cepat habis untuk mengatur suhu tubuh. Bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya mudah sakit serta mudah rewel, maka dari itu bayi harus dimandikan dengan air hangat untuk melindungi tubuhnya.

  1. Mitos bayi tidak boleh bepergian

Tentang bayi dan ibu yang tidak boleh berpergian sebelum 40 hari, mitos ini karena daya tahan tubuh bayi yang masih rentan dengan keramaian di luar rumah dan mudahnya penyebaran penyakit di lingkungan yang ramai. Dan juga bagi ibu ,untuk memulihkan benar kesehatannya pasca melahirkan. Jadi hal ini untuk menjaga kesehatan antara ibu dan bayi dari potensi tertulan penyakit.

  1. Mitos membuang ASI

Tentang membuang ASI sebelum menyusui langsung ke bayi, hal ini karena orang tua mengatakan jika ASI yang tidak segera diminumkan berarti ASI basi. Tidak ada ASI basi kecuali ASI perahan yang sudah di suhu ruangan lebih dari 4 jam. Jika bayi menyusu langsung kepada ibunya, ASI yang dikeluarkan selalu baru dan “fresh”, karena dalam tubuh ibu sendiri sudah menyesuaikan ASI untuk kebutuhan bayi.

  1. Mitos warna ASI untuk bayi

Tentang ASI harus berwarna putih, kalau berwarna kuning adalah ASI basi. Kembali lagi seperti mitos di atas, tidak ada ASI yang basi kecuali ASI yang sudah dipompa atau dikeluarkan dan di suhu ruangan lebih dari 4 jam. ASI berwarna kekuningan justru merupakan ASI yang baik karena mengandung colostrum dan nutrisi yang diperlukan bayi.

  1. Mitos ASI encer untuk bayi

Tentang ASI yang encer membuat bayi tidak mudah kenyang, hal ini mitos belaka, karena faktanya ASI yang kental maupun yang encer, selama kita mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi tentulah ASI yang diproduksi juga mengandung nutrisi yang baik. Bayi mudah kenyang atau tidak tergantung dari usia dan aktifitasnya. Semakin besar bayi dan banyak geraknya, tentulah akan mudah haus dan ingin menyusunya lebih lama dibandingkan bayi yang baru lahir yang kondisi pencernaannya masih kecil.

  1. Mitos bayi mandi sore

Tentang larangan memandikan bayi pada sore hari, kita ambil sisi baiknya saja karena mandi sore merupakan perubahan suhu udara dari panas ke dingin malam hari. bayi memang baiknya dimandikan 2 kali sehari, pagi dan sore, sama seperti orang dewasa, hanya saja yang perlu diperhatikan waktu memandikan yang jangan terlalu sore menjelang malam dan juga suhu air yang digunakan. Guankan air hangat agar bayi tidak merasa kedinginan.

  1. Mitos menarik hidung pada bayi

Tentang menarik hidung bayi agar mancung. Sama seperti pusar yang bodong, hidung pun sudah merupakan bawaan dan turunan juga dari kedua orangtuanya. Jangan menarik tulang hidung bayi agar mancung karena tulang bayi masih sangatlah rawan dan belum keras, salah-salah malah membuat hidung bayi menjadi cedera.

  1. Mitos memberi nasi untuk bayi

Tentang pemberian nasi dicampur pisang agar bayi tidak kelaparan. Bayi selama 6 bulan pertama hanya boleh mendapatkan ASI dari ibunya, atau Sufor yang sesuai jika ada kendala medis pada ibunya. Jangan pernah memberikan maakanan apapun kepada bayi yang baru lahir atau di bawah usi 6 bulan karena organ pencernaannya belum sempurna, yang ada malah akan membuat ususnya terlilit dan terjadi sembelit yang bisa berakbat fatal. Makanan pertama bayi setelah 6 bulan pun hanya bubur susu yang kemudian ketika 8 bulan baru diberi bubur tim, jadi bukan nasi yang dicampur dengan pisang supaya bayi tidak mudah kelaparan dan tidak rewel.

  1. Mitos menggunakan baby walker pada bayi

Tentang penggunaan Baby Walker pada bayi, faktanya, bayi yang menghabiskan waktu aktif di dalam baby walker hanya akan belajar duduk, gerak ke sana kemari tanpa tegak. Justru kemampuannya berjalan lebih lambat dibandingkan bayi yang tidak menggunakan baby walker. Selama bayi duduk di baby walker yang memiliki bentuk menyamping dengan ruang kaki sempit, justru ruang gerak dan visualisasinya terbatas, dan ini berdampak pada perkembangan kordinasi otot tubuhnya.

  1. Mitos bayi sering digendong

Tentang bayi yang sering digendong akan menjadi “ bau tangan”, ternyata jika bayi menangis atau rewel dan segera ditangani dan digendong justru akan membuat bayi jadi berhenti menangis. Hanya saja mungkin bayi butuh ketenangan dan kenyamanan dengan digendong jadi orang beranggapan jika bayi menangis lalu digendong akan menjadi kebiasaan. Tapi ini karena bayi sedang mencari kenyamanan dalam gendongan orangtuanya.

  1. Mitos bayi menangis

Tentang bayi yang menangis bagus untuk perkembangan paru-parunya, dalam kedoteran pun belum sepenuhnya ada pembenaran dari mitos ini. Bayi menangis sebaiknya segera digendong atau ditangani karena akan semakin membuat bayi menjadi rewel. Semakin bayi cepat diberi pertolongan maka bayi akan merasa semakin nyaman.

  1. Mitos bayi memakai bedak

Tentang memakaikan bedak pada organ v1tal seperti pada kem4luan dan anus dapat menyebabkan gangguan pada saat BAK dan BAB, faktanya memakai bedak pada bayi tidak menyebabkan gangguan pada saat eksresi seperti pada saat buang air kecil dan buang air besar.

  1. Mitos bayi menangis pada saat tiba waktu maghrib

Bayi menangis pada waktu magrib konon karena pada saat magrib adalah waktu pergantian antara siang dan malam maka dari itu banyak setan dan jin yang menampakkan diri, pada bayi yang masih suci belum punya dosa dapat meilhat jin atau setan maka dari itu bayi menangis karena merasa ketakutan.

  1. Mitos memberi cermin, gunting dan sapu lidi di tempat tidur

Menurut kepercayaan orang jawa memberikan cermin, gunting dan sapu lidi di tempat tidur bayi dapat membantu mengusir makhluk halus yang mencoba mengganggu jabang bayi. Sapu lidi dipercaya adalah benda yang ditakuti oleh golongan jin dan setan

  1. Mitos menyapih bayi jika sudah 2 tahun

Menurut orang kuno jika bayi yang tidak disapih dan diberikan ASI sampai usia lebih dari 2 tahun maka bayi akan menjadi bodoh jika sudah besar nanti.

  1. Mitos bayi diberikan irisan bawang putih dan bawang merah di topi

Menurut kepercayaan orang jawa memberi irisan bawang merah dan bawang putih di topi pada bayi dapat mencegah bayi merasa rewel saat ditinggal oleh ibunya misal ditinggal saat harus pergi bekerja.

  1. Mitos memberi makanan bayi yang tidak sengaja dijilati kadal atau cicak

Menurut orang kuno dulu bayi yang diberikan makanan yang tidak sengaja sudah dijilati oleh cicak atau kadal maka bayi tersebut akan “pelo” atau tidak bisa mengucapkan huruf R sehingga jika mengucapkan huruf R menjadi huruf L.

  1. Mitos membakar sisa perlengkapan bayi

Membakar sisa perlengkapan bayi seperti tissue, cotton bud dan kapas yang bekas untuk membersihkan tubuh bayi, mitosnya dapat membuat bayi kepanasan dan kulitnya gosong.

Baca juga : “√ 100 Arti Makna Tompel di Seluruh Anggota Tubuh pada Pria dan Wanita

Itulah tadi macam-macam mitos seputar bayi menurut kepercayaan orang kuno jaman dahulu yang sudah admin ulas pada kesempatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda seputar mitos-mitos pada bayi.

√ 27 Mitos Seputar BAYI |