21 Mitos Pantangan Pernikahan Pengantin Menurut Adat Jawa

Loading...

21 Mitos Pantangan Pernikahan Pengantin Menurut Adat JawaMitos pernikahan menurut adat jawa  seperti larangan menikah di bulan suro, pantangan pernikahan, sawan manten, dan masih banyak lagi adat jawa tentang pernikahan yang perlu kita pahami, pelajari dan analisa secara detail. Mitos pantangan pernikahan pengantin yang ternyata sampai saat ini masih menjadi kontroversi  dan memicu timbulnya rasa penasaran di benak setiap orang untuk membuktikan apakah sebenarnya mitos tentang pernikahan pengantin itu apakah bisa benar-benar terjadi karena apabila melanggar mitos larangan pernikahan tersebut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti apes, sial, kurang beruntung dan musibah. Para leluhur yang masih menjalankan adat jawa tentunya sangat menjaga tradisi luhur dan tidak berani melanggar mitos pantangan pernikahan pengantin ini.

Mitos Pantangan Pernikahan Pengantin Menurut Adat Jawa

Mitos Pantangan Pernikahan Pengantin Menurut Adat Jawa

Mitos menjelang pernikahan pengantin di Indonesia berbeda-beda di tiap daerah tergantung adat dan tradisi masing-masing daerah, namun untuk mitos yang paling banyak seputar pantangan pernikahan adalah menurut adat jawa. Maka dari itu pada kesempatan kali ini tim Gudang Misteri akan mengupas tuntas menguak fakta seputar mitos pantangan pernikahan pengantin menurut adat jawa. Mitos menjelang nikah menurut adat jawa di jaman modern ini memang sudah agak dilupakan apalagi anak-anak muda sekarang yang kebanyakan sudah terkena pengaruh gadget dan teknologi sehingga tidak tahu apa yang menjadi tradisi nenek moyang mereka dulu. Rangkuman artikel kali ini yang dikumpulkan dari berbagai sumber seputar mitos pantangan pernikahan pengantin menurut adat jawa lengkap semoga dapat menambah wawasan anda dan sekedar mengingatkan mengenai adat istiadat orang jawa agar tidak punah ditelan jaman. Berikut di bawah ini rangkuman lengkapnya :

Mitos Pantangan Pernikahan Pengantin menurut Adat Jawa

1.    Mitos anak pertama tidak boleh menikah dengan anak ketiga

Mitos jika anak pertama menikah dengan anak ketiga menurut adat jawa maka jika nekat menikah akan sulit mendapatkan keturunan serta mengalami kesulitan mencari rejeki.

 

2.    Mitos anak pertama tidak boleh menikah dengan anak pertama

Mitos jika anak pertama menikah dengan anak pertama menurut adat jawa maka jika nekat menikah akan sulit mendapatkan keturunan walaupun rejeki nya melimpah, dan salah satu calon pengantin entah itu pria atau wanita akan sering sakit-sakitan.

 

3.    Mitos tidak boleh melangkahi atau mendahului menikah anak yang lebih tua

Mitos jika menikah mendahului anak yang lebih tua menurut adat jawa maka jika nekat menikah akan hidup susah karena melanggar urutan atau dalam artian mengambil hak orang lain sehingga akan sering ditimpa musibah dan kurang beruntung. Apalagi kalau anak yang didahului merasa sakit hati maka hidup sang adik akan lebih sengsara lagi.

 

4.    Mitos calon mempelai pria tidak boleh bertemu dengan calon mempelai wanita selama dalam masa pingitan

Mitos pingitan pengantin menurut adat jawa maka jika nekat melanggar akan kurang harmonis saat menjalani biduk rumah tangga, sebenarnya tujuan pengantin dipingit adalah untuk memberikan wejangan ke masing-masing pengantin, apabila tidak mau dipingit maka otomatis tidak akan mendapat wejangan dari orang tua sehingga tidak bisa mengatasi saat ada masalah rumah tangga.

 

5.    Mitos orang keturunan jawa tidak boleh menikah dengan orang sunda

Mitos jika orang jawa menikah orang keturunan sunda menurut adat jawa maka jika nekat menikah akan sulit mengalami kesulitan mencari rejeki atau tertutupnya pintu rezeki

 

6.    Mitos orang keturunan jawa tidak boleh menikah dengan keturunan cina

Mitos jika orang jawa menikah orang keturunan cina menurut adat jawa maka jika nekat menikah akan hidup susah penuh dengan cobaan dan sulit mengalami kesulitan mencari rejeki atau tertutupnya pintu rezeki.

 

7.    Mitos tidak boleh menikah dengan tetangga yang rumahnya masih satu arah penjuru mata angin

Mitos jika menikah dengan tetangga yang letak rumahnya masih satu arah penjuru mata angin menurut adat jawa maka jika nekat menikah akan hidup susah dan sering terjadi pertengkaran, selain itu serajin apapun bekerja akan sulit untuk jadi kaya cenderung malah jatuh miskin.

 

8.    Mitos tidak boleh menikah dengan tetangga yang rumahnya berhadapan atau “adu arep

Mitos jika menikah dengan tetangga yang letak rumahnya berhadapan atau “adu arep” menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka akan sering bertengkar, rumah tangga kurang harmonis dan rentan terjadinya perselingkuhan.

 

9.    Mitos tidak boleh menikah dengan orang yang arah bekerjanya berlawanan arah

Mitos jika menikah dengan orang yang arah bekerjanya berlawanan arah menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka akan sulit mencari rejeki karena ketika sudah terkumpul pasti ada-ada saja kejadian yang membuat tabungan menjadi habis lagi selain itu kehidupan yang dijalani kurang harmonis.

 

10.  Mitos anak tunggal atau anak semata wayang yang akan menikah harus diruwat terlebih dahulu

Mitos jika anak semata wayang atau anak tunggal akan menikah menurut adat jawa maka jika nekat menikah sebelum diruwat maka akan ada keluarga yang mengalami sakit-sakitan dan kehidupan rumah tangga yang dijalani akan sering terjadi pertengkaran.

 

11.  Mitos anak kedua yang mendahului atau melangkahi pernikahan harus menuruti semua permintaan yang diminta oleh kakak yang dilangkahi sebagai tebusan

Mitos jika anak kedua yang mendahului menikah tidak memberikan tebusan menurut adat jawa maka jika nekat menikah tanpa memberikan tebusan maka akan sulit seumur hidup seperti orang yang terkena karma.

 

12.  Mitos pernikahan anak terakhir harus dilakukan tradisi “udhek-udhek” atau bagi-bagi uang kepada anak cucu dan “adol dawet” atau jualan dawet menggunakan uang “kreweng” atau pecahan genting

Mitos jika saat pernikahan anak terakhir menikah orang  menurut adat jawa maka harus melakukan “tradisi udhek-udhek” atau bagi-bagi uang ke anak cucu dan “tradisi adol dawet” jika nekat menikah tanpa melalui prosesi pernikahan tersebut maka akan sulit mengalami kesulitan mencari rejeki atau tertutupnya pintu rezeki dan suatu saat akan terjadi gonjang ganjing dalam rumah tangga yang bisa berujung perceraian.

 

13.  Mitos tanggal dilaksanakan prosesi ijab qabul tidak boleh bertepatan dengan hari pengapesan atau kalau orang jawa waktu “geblak e” atau waktu meninggalnya bapak atau ibu menurut tanggalan jawa

Mitos jika tanggal pernikahan dilaksanakan berbarengan dengan hari pengapesan atau waktu meninggal orang tua menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka akan sering mengalami kesialan dan apes, sering terkena musibah dan kesulitan mencari rejeki atau tertutupnya pintu rezeki.

 

14.  Mitos tidak boleh menikah dengan orang yang rumahnya terletak sederet atau segaris atau kalau orang jawa menyebut dengan “adu puwung

Mitos menikah dengan orang yang rumahnya terletak sederat atau sebaris kalau orang jawa “adu puwung” menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka salah satu keluarga akan ada yang kalah entah itu mertua atau menantu, kalah disini bisa diartikan sering sakit-sakitan, usaha nya bangkrut atau sering terjadi pertengkaran dalam keluarga besar

 

15.  Mitos tidak menikah menikah di bulan Suro

Mitos tidak boleh menikah di bulan suro menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka akan sering mengalami kesialan dan apes. Yang lebih parah bisa salah satu calon pengantin bisa mengalami sakit-sakitan yang tidak biasa.

 

16.  Mitos tidak boleh menikah orang yang rumahnya  masih satu desa dengan pasangan saudara kandung

Mitos jika  menikah dengan orang yang rumahnya masih satu desa dengan pasangan kakak kandung menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka salah satu rumah tangga entah itu pasangan kakak kandung atau adiknya akan mengalami perceraian dan hidup susah.

 

17.  Mitos pria tidak boleh menikah dengan wanita yang lebih tua umur darinya

Mitos tidak boleh menikah dengan wanita yang lebih tua umurnya menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka hidup nya akan sering mengalami pertengkaran dan tidak harmonis.

 

18.  Mitos tidak boleh menikah dengan calon pengantin yang orang tuanya sudah meninggal

Mitos tidak boleh menikah dengan calon yang orang tuanya sudah meninggal sedangkan orang tua pria/wanita masih hidup semua menurut adat jawa maka jika nekat menikah maka dipercaya akan berefek menarik orang tua calon yang masih hidup ikut cepat menyusul meninggal.

 

19.  Pengantin yang kebetulan mendapat jodoh orang wonogiri  ada mitos tidak boleh melewati gunung pegat wonogiri sebelum proses ijab qabul atau sebelum benar sah menjadi suami istri.

Mitos calon pengantin tidak boleh melewati gunung pegat wonogiri sebelum ijab qobul jika dilanggar maka akan terjadi pertengkaran saat menjalani rumah tangga yang akhirnya  menyebabkan terjadinya perceraian.

 

20.  Mitos seorang pasangan yang akan menikah atau calon pengantin tidak boleh berkunjung ke Grojogan sewu Tawangmangu karena dapat menyebabkan pisah.

Mitos pasangan yang berkunjung ke wisata grojogan sewu tawangmangu menurut adat jawa maka jika pasangan nekat kesana berdua maka tak lama akan berpisah entah itu apa penyebabnya namun dengan sebab yang bermacam-macam.

 

21.  Calon pengantin yang kebetulan harus melewati daerah Gunung taruwongso Sukoharjo harus mengambil jalan memutar, mitos gunung taruwongso bagi siapa saja pengantin yang melewati gunung taruwongso tidak akan bertahan lama dalam sebuah rumah tangga.

Mitos calon pengantin tidak boleh melewati gunung taruwongso sukoharjo sebelum ijab qobul jika dilanggar maka akan terjadi pertengkaran saat menjalani rumah tangga yang akhirnya  menyebabkan terjadinya perceraian.

Sebenarnya semua mitos diatas seputar mitos pantangan menikah menurut adat jawa ini bisa kita ambil sisi positifnya saja yaitu kita jadi lebih hati-hati saat memilih pasangan dan memikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk melangsungkan pernikahan. Bagi para leluhur yang masih nguri-uri adat jawa dengan tetap menjaga tradisi nenek moyang yaitu dengan cara tidak melanggar larangan menikah bagi calon pengantin menurut tradisi jawa. Bagi anda yang percaya mengenai semua mitos pantangan pernikahan sebaiknya mulai dari sekarang mantapkanlah hati anda apakah yang benar-benar mantap di hati anda maka lakukanlah. Namun bagi anda yang percaya akan mitos larangan menikah ini adalah sesuatu yang musyrik, tahayul dan dosa besar maka tinggalkanlah, karena artikel ini hanya bersifat memberikan informasi mengenai rangkuman seputar mitos pantangan pernikahan menurut adat jawa dan tidak bersifat mengajak untuk mempercayai mitos larangan menikah ini.

Baca juga : “Arti Pertanda Mimpi Gigi Copot Lengkap

Demikianlah rangkuman lengkap yang berhasil tim Gudang Misteri sajikan ke pembaca semua, apabila ada mitos pantangan pernikahan menurut adat jawa lain yang masih belum masuk di rangkuman diatas dapat anda tambahkan di kolom komentar di bawah ini. Ayo share ke agar lebih bermanfaat, dan jangan lupa tunggu artikel menarik selanjutnya.

21 Mitos Pantangan Pernikahan Pengantin Menurut Adat Jawa |